Delapan puluh tahun bukanlah sekedar deretan angka di atas kalender. Ia adalah monumen waktu, yang dibangun di atas pondasi perjuangan, kerja keras, kepedulian, ketulusan, kesungguhan, dan ketangguhan. Sejarah telah mencatat deretan karya, prestasi, dan kontribusi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM untuk negeri tercinta.
Dari waktu ke waktu, FK-KMK terus berusaha mencerdaskan Masyarakat Indonesia di bidang kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945, yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Selama delapan dekade, kita menyaksikan kiprah, kisah, inovasi, dan transformasi FK-KMK UGM untuk terus meningkatkan literasi masyarakat Indonesia agar mampu mengambil Keputusan hidup yang lebih sehat.
Kesehatan bukan “hanya” ketiadaan penyakit, namun merupakan hasil dari pilihan-pilihan cerdas yang diambil setiap hari. Setidaknya, saat ini kita memerlukan 3 kecerdasan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 1945. Pertama adalah cerdas dalam literasi agar kita mampu memutus rantai hoaks kesehatan yang menyesatkan Masyarakat. Kedua, cerdas dalam kolaborasi, karena kita tidak akan mungkin mampu mengemban amanah sendiri, kita harus berkolaborasi dengan berbagai stakeholders. Kerjasama multiheliks menjadi suatu keniscayaan di bidang kedokteran dan kesehatan. Ketiga cerdas dalam empati, agar pesan dan nasihat untuk sehat lebih dapat diterima oleh masyarakat sasaran. Dengan empati kita akan lebih sukses dalam berkomunikasi dan bersinergi.
Dengan berbagai kecerdasan tersebut, maka upaya menumbuhkan kesadaran pada masyarakat bahwa sehat adalah sumberdaya yang perlu diikhtiarkan bersama-sama -bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah ataupun petugas kesehatan saja- lebih mudah untuk diwujudkan. Salam sehat dan Viva Medika! (Penulis: Supriyati)
Sumber foto: ChatGPT