FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) turut mendukung penyelenggaraan Workshop Audit Maternal Perinatal Surveillance and Response (AMP-SR) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada 10–11 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial (HOGSI) XVII. Kegiatan yang diikuti oleh tenaga kesehatan, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, residen semester delapan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelayanan kesehatan maternal dan perinatal ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam melakukan audit kematian ibu dan bayi guna mendukung perbaikan mutu layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Workshop berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan ilmiah yang mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi audit kasus, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan layanan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi Audit Maternal Perinatal Surveillance and Response (AMP-SR) sebagai salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan keselamatan pasien.
Kegiatan menghadirkan sejumlah pakar dari bidang obstetri dan ginekologi, kesehatan masyarakat, serta manajemen mutu pelayanan kesehatan, antara lain Prof. Dr. dr. Detty Siti Nurdiati, Sp.OG., Subsp.KFm, Dr. dr. R. Soerjo Hadijono, Sp.OG., Subsp.Obginsos, dr. Diannisa Ikarumi Enisar Sangun, Sp.OG., Subsp.Obginsos, dr. Putri Sekar Wiyati, Sp.OG., Subsp.Obginsos, dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.OG., Subsp.KFm, dr. Ratnasari Dwi Cahyanti, M.Si.Med., Sp.OG., Subsp.Obginsos, Dr. dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana, Sp.OG., Subsp.Obginsos, M.Kes, Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS., FISQua, serta dr. Muhamad Ilhamy Setyahadi, Sp.OG., Subsp.Obginsos. Jalannya kegiatan dipandu oleh dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH., Sp.OG, dr. Esti Utami R., Sp.OG., Subsp.Obginsos, dr. Fauzan Achmad Maliki, Sp.OG, dan dr. Alfun Dhiya, Sp.OG., Subsp.Obginsos.
Dalam sesi materi, para narasumber membahas konsep dasar AMP-SR, mekanisme Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), identifikasi penyebab kematian maternal dan perinatal, audit pelayanan standar maupun substandar, hingga aspek etik dan medikolegal dalam pelayanan kesehatan. Pembahasan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai pentingnya proses audit sebagai instrumen pembelajaran dan peningkatan kualitas layanan.
Salah satu pesan utama yang ditekankan dalam workshop ini adalah penerapan prinsip “No Name, No Blame, No Shame”. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa audit maternal dan perinatal bukan bertujuan mencari kesalahan individu, melainkan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Dengan pendekatan yang edukatif dan non-punitif, budaya evaluasi yang objektif dan berorientasi pada perbaikan mutu diharapkan dapat tumbuh di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain materi teoritis, peserta juga mengikuti simulasi audit kasus maternal dan perinatal dalam kelompok. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih melakukan identifikasi masalah, analisis akar penyebab, serta menyusun rekomendasi perbaikan yang realistis dan dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Pendekatan berbasis mutu layanan juga diperkenalkan melalui penggunaan siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA) sebagai metode perbaikan berkelanjutan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan layanan kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam meningkatkan keselamatan ibu dan bayi serta menurunkan risiko kematian maternal dan perinatal. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin melalui penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang memperkuat kompetensi profesional peserta berbasis pembelajaran berkelanjutan. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung melalui upaya peningkatan mutu layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi berbagai tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan institusi pelayanan kesehatan dalam membangun sistem pelayanan maternal dan perinatal yang lebih baik dan berkelanjutan. (Kontributor: Maria Lisbeth Howay).




