FK-KMK UGM Selenggarakan Kuliah Tamu Internasional tentang Meningitis Bakteri

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk Community-Acquired Bacterial Meningitis bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito sebagai upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam diagnosis dan tata laksana meningitis bakteri berbasis bukti ilmiah terkini. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada 7 Juli 2026 ini menghadirkan Prof. dr. Diederik van de Beek, MD, PhD, FEAN, dari Amsterdam UMC, University of Amsterdam sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh dokter spesialis saraf, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dosen, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Prof. Diederik menjelaskan perkembangan terbaru mengenai pendekatan diagnosis, pemanfaatan biomarker, hingga strategi tata laksana meningitis bakteri berdasarkan prinsip evidence-based medicine. Ia juga membagikan pengalaman penerapan berbagai rekomendasi internasional dalam praktik klinis sehari-hari di pusat layanan neuroinfeksi di Eropa, sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai implementasi ilmu pengetahuan terbaru dalam pelayanan kesehatan.

Selain aspek diagnostik, Prof. Diederik juga memaparkan perkembangan penelitian mengenai Complement Component 5 (C5), salah satu komponen sistem imun yang berperan dalam respons tubuh terhadap infeksi bakteri. Aktivasi C5 memang membantu proses eliminasi bakteri, namun respons yang berlebihan juga dapat memicu inflamasi yang memperparah kerusakan jaringan otak. Oleh karena itu, terapi penghambat C5 (anti-C5 therapy) saat ini tengah dikembangkan sebagai terapi adjuvan yang diharapkan mampu mengurangi cedera neurologis akibat proses inflamasi tanpa mengurangi efektivitas antibiotik

Pembahasan juga menekankan pentingnya pendekatan diagnosis yang komprehensif melalui integrasi evaluasi klinis, analisis cairan serebrospinal, pemeriksaan mikrobiologi, serta pemanfaatan biomarker inflamasi. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan diagnosis, terutama pada kasus-kasus kompleks, sehingga terapi yang sesuai dapat diberikan sedini mungkin.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan untuk mendukung diagnosis dan tata laksana meningitis bakteri yang lebih baik. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan pembelajaran berbasis bukti ilmiah bersama pakar internasional. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui penyelenggaraan kuliah secara hybrid yang memperluas akses pembelajaran bagi peserta dari berbagai daerah. Kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan Amsterdam UMC juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Bardatin Lutfi Aifa).