FK-KMK UGM Selenggarakan International Guest Lecture Bahas Genetika Populasi Parasit Strongyloides

FK-KMK UGM. Departemen Parasitologi bersama Program Studi Magister Ilmu Biomedik dan Magister Ilmu Kedokteran Tropis, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture bertajuk “The Population Genetics of Strongyloides stercoralis Infection of People” sebagai forum ilmiah untuk memperkuat pemahaman terkait penyakit tropis terabaikan. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Mark Viney dari University of Liverpool, Inggris, sebagai narasumber utama dan diikuti oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, serta tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada Rabu, 18 Februari 2026, bertempat di Ruang U25 AB Tahir Utara FK-KMK UGM serta melalui Zoom Meeting.

Acara dibuka oleh Prof. dr. Elsa Herdiana M., M.Kes., Ph.D. yang juga menyampaikan pengantar bertajuk “Strongyloidiasis in Indonesia: Present, Yet Underreported?”. Dalam paparannya, ia menyoroti bahwa infeksi parasit masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan di negara tropis, termasuk Indonesia. Penyakit tropis terabaikan sering kali tidak terlaporkan secara optimal, meskipun memiliki dampak yang besar terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama pada kelompok rentan.

Dalam sesi utama, Prof. Mark Viney mengulas secara komprehensif mengenai Strongyloides stercoralis, yaitu parasit nematoda yang ditularkan melalui tanah dan dapat menginfeksi manusia melalui penetrasi larva ke dalam kulit. Infeksi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari gangguan pencernaan hingga infeksi kronis tanpa gejala. Pada individu dengan imunitas rendah, kondisi ini dapat berkembang menjadi hiperinfeksi yang berpotensi fatal. Tantangan utama dalam penanganan penyakit ini adalah rendahnya deteksi akibat gejala yang tidak spesifik serta keterbatasan sistem pelaporan di wilayah endemis.

Lebih lanjut, Prof. Viney menekankan pentingnya pendekatan genetika populasi dalam memahami dinamika penyebaran parasit. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menelusuri jalur transmisi, memetakan distribusi geografis, serta memahami adaptasi parasit terhadap lingkungan dan inang. Dengan dukungan teknologi biologi molekuler dan sekuensing genom, analisis genetika populasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat sistem surveilans, meningkatkan akurasi diagnosis, serta merancang strategi pengendalian yang lebih efektif.

Topik yang diangkat memiliki relevansi tinggi bagi Indonesia sebagai negara tropis yang masih menghadapi tantangan sanitasi, paparan lingkungan, serta kesenjangan akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, penguatan riset, peningkatan kapasitas laboratorium, serta kolaborasi lintas negara menjadi langkah strategis dalam menekan beban penyakit ini. Kegiatan ini dimoderatori oleh dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D., dengan drh. Kharisma Dewi, MPH. sebagai pembawa acara, serta berlangsung interaktif melalui diskusi yang memperkaya perspektif peserta.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya penanggulangan penyakit tropis terabaikan serta penguatan sistem pencegahan dan pengendalian penyakit menular. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dari penyelenggaraan forum ilmiah yang meningkatkan kapasitas akademik, riset, dan pertukaran pengetahuan bagi mahasiswa serta tenaga profesional. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara institusi di Indonesia dan Inggris dalam menghadapi tantangan kesehatan global. (Kontributor: Fikri Wahiddinsyah).