FK-KMK UGM Raih Kelulusan 100 Persen pada Ujian Kompetensi Nasional Dermatologi Venereologi dan Estetika 2026

FK-KMK UGM. Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) FK-KMK UGM meluluskan seluruh residen dalam Ujian Kompetensi Nasional yang diselenggarakan oleh Kolegium Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Ujian yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi nasional untuk menilai kompetensi akademik, keterampilan klinis, serta kesiapan peserta didik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas kepada masyarakat.

Pada pelaksanaan ujian tahun ini, tujuh residen Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM mengikuti seluruh rangkaian evaluasi nasional, yaitu dr. Marika Suwondo, dr. Amelia Pungky, dr. Ardisa Pramudita, dr. Gina Niscita Amisesani, dr. Inges Prawita Sari, dr. Kirantri Larasati, dan dr. Silvia Rakhmadani. Seluruh peserta berhasil menyelesaikan proses ujian dengan baik dan dinyatakan lulus, sehingga tingkat kelulusan peserta dari FK-KMK UGM mencapai 100 persen.

Ujian Kompetensi Nasional merupakan salah satu tahapan dalam sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia. Melalui ujian ini, peserta didik dievaluasi secara komprehensif berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan oleh kolegium. Penilaian tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, tetapi juga mencakup kemampuan klinis, penalaran medis, pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip profesionalisme dalam praktik pelayanan kesehatan.

Capaian ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dokter spesialis yang akan berkontribusi pada pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin melalui penyelenggaraan pendidikan kedokteran spesialis yang berstandar tinggi, berbasis kompetensi, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan secara berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan sistem evaluasi nasional yang melibatkan institusi pendidikan dan kolegium profesi juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dalam menjaga kualitas pendidikan tenaga kesehatan di Indonesia.(Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).