FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP) FK-KMK UGM menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Lanjutan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Promosi Kesehatan Karyasiswa di Kelurahan Demangan, Kota Yogyakarta, pada Senin (15/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular, khususnya diabetes dan obesitas, melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Demangan, Suleman Pirson Joko Susilo, S.Sos., perwakilan Puskesmas Gondokusuman I, Muhammad Hilman Tamimi, A.Md. KL., ketua TP-PKK Kelurahan Demangan, para ketua RW dan ketua PKK RW se-Kelurahan Demangan, ketua kampung, Kepala Pinituwa Tuwanggono Kelurahan Demangan, serta perwakilan Karang Taruna. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Tim Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., Tutik Istiyani, S.Sos., dan Nia Lestari Muqarohmah, S.Kep., Ns., MPH. Kegiatan ini juga melibatkan tiga karyasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM, yakni Ary Kurniati Teuf, Nyimas Sopi Sibtiah, dan Yohana Ingrid Lorenza.
Dalam pemaparannya, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. menjelaskan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kampung Sehat di Kelurahan Demangan melalui Penguatan TP-PKK untuk Pencegahan Diabetes dan Obesitas”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sebagai agen perubahan kesehatan di tingkat keluarga dan masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan tempat lahirnya berbagai kebiasaan kesehatan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga perilaku menjaga kesehatan. Oleh karena itu, peran TP-PKK menjadi sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan sekaligus mendampingi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Program tersebut juga merupakan kelanjutan dari pengembangan Kampung Sehat yang sebelumnya telah diinisiasi di RW 12 Kelurahan Demangan. Pada tahun 2025, Kampung Sehat Siaga Diabetes dan Obesitas telah berhasil dideklarasikan di wilayah tersebut. Pengalaman dari program percontohan tersebut menjadi landasan untuk memperluas implementasi program ke tingkat kelurahan dengan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.
Selain memaparkan program Kampung Sehat, ketiga karyasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM juga memperkenalkan rancangan program promosi kesehatan yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik masyarakat melalui penyusunan peta jalur jalan sehat di Kelurahan Demangan. Peta tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengenali dan memanfaatkan rute berjalan kaki di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Tidak hanya memuat pilihan rute, peta juga direncanakan menyajikan informasi mengenai jarak, estimasi waktu tempuh, serta titik-titik penting yang mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna.
Melalui media yang sederhana dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Berjalan kaki dipandang sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang murah, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan oleh berbagai kelompok usia. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan kelurahan sebagai ruang untuk bergerak menjadi salah satu pendekatan yang potensial dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan aktivitas fisik masyarakat SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pemanfaatan lingkungan permukiman sebagai ruang yang mendukung gaya hidup sehat. Kolaborasi antara FK-KMK UGM, pemerintah kelurahan, puskesmas, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah dan Nyimas Sopi Sibtiah).




