FK-KMK UGM. Tim Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) menyelenggarakan kegiatan Site Monitoring Visit (SMV) Studi Wastewater Surveillance di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari penguatan sistem surveilans kesehatan masyarakat berbasis air limbah. Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Mei 2026 ini dilaksanakan bersama Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru untuk memantau proses pengambilan, penanganan, hingga pengiriman sampel dari lokasi penelitian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan penelitian Wastewater Surveillance (WS), sebuah pendekatan surveilans kesehatan masyarakat yang memanfaatkan deteksi fragmen virus maupun bakteri dalam air limbah untuk menggambarkan pola penyebaran penyakit di suatu wilayah. Metode ini semakin mendapat perhatian karena dinilai mampu menjadi instrumen deteksi dini terhadap potensi wabah penyakit menular, termasuk penyakit dengan risiko pandemi. Pengembangan studi yang dilakukan PKKA-PRO FK-KMK UGM melanjutkan berbagai penelitian sebelumnya yang berhasil mengidentifikasi keberadaan patogen seperti SARS-CoV-2 dan Salmonella Typhi melalui sampel air limbah.
Pada 19 Mei 2026, tim monitoring melakukan observasi langsung terhadap proses pengambilan sampel di tiga titik penelitian, yakni Inlet IPAL Pekapuran Raya, Inlet IPAL Lambung Mangkurat, dan Inlet IPAL HKSN. Secara umum, pelaksanaan sampling berjalan dengan baik dan sesuai prosedur penelitian. Tim melakukan penilaian terhadap penerapan standar operasional di lapangan, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, proses desinfeksi peralatan, pencatatan data menggunakan aplikasi KoboCollect, hingga penerapan rantai dingin untuk menjaga kualitas sampel selama proses transportasi.
Selain memantau proses pengambilan sampel, tim juga mengevaluasi tahapan aliquoting sampel, pengelolaan logistik penelitian, serta kelengkapan administrasi dan dokumentasi penelitian. Dari hasil monitoring, terdapat beberapa rekomendasi perbaikan yang mencakup penyempurnaan sistem pelabelan dan penyegelan aliquot, peningkatan konsistensi penggunaan alat pelindung diri, optimalisasi prosedur desinfeksi alat sampling, serta penguatan manajemen logistik lapangan.
Monitoring berlanjut pada 20 Mei 2026 dengan pemantauan proses pengiriman sampel dari BBLKM Banjarbaru menuju laboratorium penelitian di Yogyakarta. Seluruh proses pengiriman berjalan lancar dengan dukungan dokumentasi yang lengkap dan sistem pemantauan suhu penyimpanan yang sesuai standar. Kegiatan tersebut juga diikuti diskusi bersama tim teknis dan manajemen BBLKM Banjarbaru yang dihadiri oleh Kepala BBLKM Banjarbaru, Budi Santoso, SKM, MPH.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem deteksi dini dan pencegahan penyakit infeksi yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat. SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak karena memanfaatkan pemantauan kualitas air limbah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan sanitasi masyarakat. Kolaborasi antara FK-KMK UGM, BBLKM Banjarbaru, serta berbagai pihak terkait turut mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Iskran Dwi Rahmanto, Dhimas Sholikhul Huda.).




