FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) menyelenggarakan audiensi penelitian bertajuk Studi Surveilans Diare dan Effectiveness Vaksin Rotavirus di Indonesia bersama RSU Cakra Husada sebagai langkah memperkuat kolaborasi penelitian dalam mendukung pengendalian diare akibat rotavirus pada anak di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) di Ruang Lotus, Gedung Cakra Square, RSU Cakra Husada ini bertujuan memperkenalkan tim peneliti, memaparkan perkembangan surveilans rotavirus di Indonesia, serta membahas rencana kerja sama penelitian yang akan melibatkan rumah sakit sebagai salah satu lokasi pelaksanaan studi.
Dalam audiensi tersebut, tim peneliti PKKA-PRO FK-KMK UGM dipimpin oleh dr. Rony Trilaksono, M.Sc., Sp.A. selaku Principal Investigator bersama Dr. A.W. Erlin Mulyadi, S.Sos., MPA. sebagai Co-Principal Investigator beserta jajaran peneliti lainnya. Dari pihak RSU Cakra Husada hadir Direktur Utama dr. Surawijaya Bakhtiar Kaslam, M.Sc., Sp.PK. bersama jajaran manajemen, dokter spesialis anak, tenaga laboratorium, unit rekam medis, dan berbagai unit pelayanan terkait.
Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM memaparkan bahwa rotavirus masih menjadi penyebab utama gastroenteritis akut dan diare berat pada anak balita di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan hasil surveilans yang telah dilakukan, hampir separuh kasus diare pada balita berkaitan dengan infeksi rotavirus. Seiring dimulainya implementasi vaksin rotavirus RV3 secara bertahap di Indonesia, diperlukan sistem surveilans yang berkesinambungan untuk memantau beban penyakit, efektivitas vaksin, cakupan imunisasi, serta berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan program vaksinasi.
Selain membahas latar belakang penelitian, audiensi juga difokuskan pada aspek teknis pelaksanaan studi. Berbagai hal yang didiskusikan meliputi protokol surveilans Rotavirus Gastroenteritis (RVGE), mekanisme administrasi dan perizinan penelitian, penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS), kesiapan laboratorium, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang akan terlibat. Tim peneliti juga melakukan kunjungan ke Laboratorium Patologi Klinik dan Bangsal Anak RSU Cakra Husada untuk meninjau kesiapan sarana dan prasarana yang akan mendukung pelaksanaan penelitian.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan surveilans penyakit dan evaluasi efektivitas vaksin rotavirus untuk meningkatkan kesehatan anak. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pengembangan kapasitas peneliti dan tenaga kesehatan berbasis riset kolaboratif. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui penguatan infrastruktur penelitian dan pengembangan inovasi surveilans kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSU Cakra Husada, serta berbagai mitra nasional dan internasional dalam mendukung penelitian kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Kezia Agatha De Ruiter, Dhimas Sholikhul Huda).




