FK-KMK UGM Perkuat Kolaborasi dengan RSGM UGM Prof Soedomo untuk Pengembangan Layanan ICU

FK-KMK UGM. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Sardjito menggelar pertemuan resmi dengan jajaran Direksi Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UGM Prof. Soedomo guna membahas penguatan layanan Intensive Care Unit (ICU). Pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Ruang Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun rencana kerja sama operasional untuk mendukung penyelenggaraan layanan ICU di RSGM UGM Prof. Soedomo sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Delegasi dari Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Dr. Sardjito FK-KMK UGM dipimpin oleh Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes., Sp.An-TI., Subsp.An.Ped(K)., Ph.D., didampingi Dr. dr. Akhmad Yun Jufan, M.Sc., Sp.An-TI., Subsp.TI(K)., serta dr. Adijaya Dita Pratama, Sp.An-TI. Sementara itu, RSGM UGM Prof. Soedomo diwakili oleh Direktur RSGM UGM Prof. Soedomo, drg. Margareta Rinastiti, M.Kes., Sp.KG., Subsp.KR(K)., Ph.D., bersama Wakil Direktur Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian, Dr. drg. Bramasto Purbo Sejati, Sp.B.M.M., Subsp.T.M.T.M.J.(K)., serta Kepala Bidang Pelayanan, Penunjang Medik, dan Keperawatan, drg. Murti Indrastuti, M.Kes., Sp.Pros(K).

Pertemuan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap regulasi Kementerian Kesehatan mengenai standar penyelenggaraan rumah sakit yang mewajibkan tersedianya fasilitas ICU sebagai bagian dari layanan kesehatan yang komprehensif. Oleh karena itu, kedua institusi membahas berbagai aspek yang diperlukan agar penyelenggaraan layanan ICU di RSGM UGM Prof. Soedomo dapat berjalan sesuai standar pelayanan, keselamatan pasien, dan ketentuan perizinan.

Dalam diskusi tersebut, pembahasan difokuskan pada dua agenda utama, yaitu evaluasi terhadap kerja sama layanan ICU yang telah berjalan selama ini serta penyusunan rencana kerja sama baru yang akan menjadi dasar operasional pembukaan fasilitas ICU di RSGM UGM Prof. Soedomo. Melalui evaluasi tersebut, kedua belah pihak berupaya mengidentifikasi berbagai kebutuhan, tantangan, dan peluang yang dapat mendukung optimalisasi layanan rawat intensif di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Prof. dr. Yunita Widyastuti menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa aspek administratif yang perlu diselesaikan, khususnya terkait mekanisme Perjanjian Kerja Sama (PKS) di lingkungan RSUP Dr. Sardjito. Menurutnya, kejelasan skema kerja sama menjadi faktor penting agar implementasi layanan ICU dapat berjalan sesuai dengan ketentuan hukum, tata kelola rumah sakit, serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Sebagai alternatif untuk mengatasi kendala administratif tersebut, forum menyepakati langkah awal dengan memanfaatkan Surat Izin Praktik (SIP) dr. Dwi Indriati Kusumawardani, Sp.An-TI., Subsp.TI(K)., dokter Konsultan Intensive Care dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan legalitas operasional. Meskipun demikian, pelaksanaan teknis pelayanan sehari-hari tetap direncanakan berada di bawah koordinasi tim dokter spesialis anestesi dari RSUP Dr. Sardjito yang telah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan layanan perawatan intensif.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan Intensive Care Unit. Selain itu, kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, dan RSGM UGM Prof. Soedomo mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Nashiruddin, Irham Hanafi, Gilar, Hendro).