Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan sidang terbuka dr. Reny Setyowati, Sp.M pada Kamis (11/6). Sidang terbuka ini dilaksanakan di Auditorium FK-KMK UGM dan dihadiri oleh puluhan peserta. dr. Reny merupakan dokter spesialis mata di RSUP Dr. Sardjito dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM.
dr. Reny berhasil mempertahankan disertasinya di sidang terbuka dengan judul “Sediaan Membran Amnion yang Mengandung Riboflavin dan Moxifloxacin sebagai Adjuvan Terapi Photo Activated Chromophore Keratitis– Corneal Cross Linking (PACK-CXL): Pengembangan Sediaan, Uji Preklinik dan Uji Klinik”. Disertasi ini ditulis oleh dr. Reny di bawah bimbingan Prof. Dr. dr. Agus Supartoto, Sp.M (K); dr. Supanji, Sp.M (K), Ph.D; dan Dr. Eng. apt. Khadijah, M.Si.
Dalam disertasinya, dr. Reny menyampaikan bahwa ulkus kornea infeksi merupakan salah satu penyebab kebutaan yang serius. Kebutaan ini terjadi karena munculnya masalah berupa resistensi antibiotik. Hal ini menyebabkan pengobatan sering gagal dan berujung pada kerusakan kornea permanen (corneal melting).
Untuk mengatasi masalah ini pada ilmu kesehatan mata, berkembanglah sebuah terapi Photo Activated Chromophore Keratitis–Corneal Cross Linking (PACK-CXL) sebagai media pengobatan dengan memanfaatkan kombinasi riboflavin dan sinar UV-A untuk membunuh mikroorganisme serta memperkuat struktur kornea. Namun, terapi ini memiliki kelemahan dikarenakan terdapat penurunan penetrasi antibiotik ke jaringan mata.
dr. Reny mencoba menjawab permasalahan ini dengan penelitian pada tiga tahapan besar. Pertama, pengembangan produk dengan membuat formulasi membran amnion yang mengandung riboflavin dan moxifloxacin. Lalu, produk ini diuji demi menentukan formulasi terbaik. Kedua, uji praklinik pada kelinci yang dimaksudkan untuk mengetahui evaluasi ukuran defek kornea dan pemeriksaan histologi jaringan kornea. Ketiga, uji klinik pada pasien yang dilakukan dengan Randomized Controlled Trial (RCT) terhadap 30 pasien ulkus kornea infeksi berat.
Pada hasil penelitian ini, dr. Reny berhasil membuktikan pengembangan produk baru berupa membran amnion yang mengandung riboflavin 0,1% dan moxifloxacin 0,5% sebagai acuan terapi PACK-CXL. Selain itu, produk ini berhasil melewati pengujian pada hewan coba kelinci dengan menurunnya tanda peradangan. Sedangkan, pada uji klinik hasil penelitian, dr. Reny cukup memberikan dampak dengan bukti adanya penyembuhan luka kornea lebih cepat dan komplikasi lebih sedikit.
Disertasi dr. Reny turut mendukung komitmen pada Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan adanya kontribusi klinis hasil penelitian disertasi yang berdampak langsung pada pasien. Kedua, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan komitmen untuk menjawab permasalahan klinis secara ilmiah pada disiplin ilmu kesehatan mata. Penelitiannya juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan menekankan inovasi produk yang telah melewati uji hewan coba dan uji klinis dalam membantu mempercepat penyembuhan pasien luka kornea. (Penulis: Tedy/Humas)



