FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Peer Nomination atau nominasi teman sebaya sebagai bagian dari Program EQUITY untuk pencegahan perilaku merokok pada remaja. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 ini menyasar seluruh siswa kelas VIII di tiga sekolah mitra, yaitu SMP Muhammadiyah Muntilan, SMP Negeri 1 Mertoyudan, dan SMP MPlus Gunungpring, Kabupaten Magelang. Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berupaya menjaring calon pendukung sebaya (peer supporter) yang akan berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat dan bebas dari perilaku merokok.
Program EQUITY dikembangkan sebagai salah satu pendekatan berbasis sekolah yang menempatkan remaja sebagai aktor utama dalam upaya promosi kesehatan. Pendekatan ini didasarkan pada pemahaman bahwa teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembentukan perilaku dan pengambilan keputusan pada masa remaja. Oleh karena itu, keterlibatan siswa yang memiliki pengaruh positif di lingkungan sekolah dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program pencegahan merokok.
Kegiatan nominasi teman sebaya ini dihadiri oleh dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. selaku tim pelaksana Program EQUITY. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan kepada pihak sekolah mengenai tujuan dan manfaat kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, proses peer nomination merupakan tahapan strategis untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki kemampuan komunikasi baik, dihormati oleh teman-temannya, serta mampu memberikan pengaruh positif dalam lingkungan pergaulan sekolah.
Pihak sekolah memberikan sambutan positif terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dukungan yang diberikan mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal, termasuk dalam mencegah perilaku berisiko seperti merokok sejak usia sekolah.
Pelaksanaan peer nomination dilakukan secara serentak di seluruh kelas VIII. Setiap siswa diminta mengisi kuesioner secara individual dengan memilih teman yang dianggap memenuhi sejumlah kriteria sebagai calon pendukung sebaya. Selama proses berlangsung, fasilitator dari tim Program EQUITY memberikan pendampingan dan penjelasan untuk memastikan seluruh peserta memahami tata cara pengisian kuesioner dengan baik.
Melalui metode nominasi teman sebaya, calon pendukung yang terpilih merupakan siswa yang mendapatkan kepercayaan langsung dari teman-temannya. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan kelompok peer supporter yang memiliki kedekatan sosial kuat sehingga lebih efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan dan memengaruhi perilaku positif di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, siswa yang terpilih akan mengikuti serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai pendukung sebaya. Pelatihan tersebut akan membekali peserta dengan keterampilan komunikasi, edukasi kesehatan, serta strategi pendampingan yang diperlukan untuk mendukung implementasi Program EQUITY di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja untuk mendukung kesehatan generasi muda. SDG 4: Pendidikan Berkualitas didukung melalui penguatan kapasitas siswa dalam pendidikan kesehatan dan pengembangan keterampilan sosial. SDG 5: Kesetaraan Gender tercermin dalam proses penjaringan calon pendukung sebaya yang memperhatikan keterwakilan gender secara seimbang. Selain itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan sekolah-sekolah mitra dalam mengembangkan program kesehatan berbasis komunitas sekolah yang berkelanjutan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti).




