FK-KMK UGM. Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran pimpinan dan tenaga pendidik MA Miftahunnajah Sleman dalam rangka pengembangan program Health Promoting School (HPS). Kegiatan yang berlangsung di aula masjid MA Miftahunnajah Sleman tersebut bertujuan memperkuat sistem kesehatan sekolah melalui pendekatan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan warga sekolah. FGD yang dilaksanakan pada 2 Juni 2026 ini dipandu oleh Prof. Siti Helmyati, DCN., M.Kes. dan dihadiri oleh kepala sekolah beserta para guru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PKGM FK-KMK UGM dalam mendampingi sekolah menengah untuk membangun lingkungan pendidikan yang mendukung peningkatan kesehatan dan gizi remaja secara komprehensif. Inisiatif pengembangan HPS berangkat dari pengalaman Universitas Gadjah Mada dalam mengimplementasikan konsep Health Promoting University (HPU), sebuah pendekatan yang bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang sehat bagi seluruh sivitas akademika. Melihat keberhasilan implementasi konsep tersebut, PKGM berupaya mereplikasi pendekatan serupa di tingkat sekolah melalui program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Replikasi dan Penguatan Program Health Promoting School dalam Peningkatan Gizi dan Kesehatan Remaja Berbasis Pengalaman Implementasi” yang diketuai oleh Prof. Siti Helmyati.
Dalam sesi diskusi, pihak sekolah menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang masih sering ditemukan di lingkungan madrasah, terutama pada siswa yang tinggal di asrama. Keluhan seperti pusing, gatal-gatal, radang tenggorokan, dan demam menjadi permasalahan yang cukup sering muncul. Saat ini MA Miftahunnajah telah memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang berfungsi sebagai layanan kesehatan awal sebelum siswa dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu, sekolah juga telah menjalin kerja sama dengan tenaga medis dan psikolog untuk memberikan edukasi kesehatan kepada para siswa.
Meski demikian, peserta FGD sepakat bahwa pengelolaan kesehatan sekolah perlu ditingkatkan dari pendekatan yang bersifat insidental menjadi program yang lebih sistematis. Melalui program HPS, PKGM FK-KMK UGM akan mendampingi sekolah dalam menyusun berbagai program kesehatan yang terintegrasi, mulai dari skrining kesehatan saat penerimaan siswa baru, pemantauan status gizi secara berkala, edukasi kesehatan yang terencana, hingga pembentukan kader kesehatan siswa yang berkelanjutan.
Diskusi juga mengangkat keberhasilan program zero waste yang telah dijalankan MA Miftahunnajah. Melalui keberadaan Duta Zero Waste, siswa aktif terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus melakukan edukasi kepada sekolah lain. Program tersebut dinilai menjadi contoh nyata keberhasilan pemberdayaan siswa dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah.
Sebagai tindak lanjut, PKGM bersama MA Miftahunnajah akan mempersiapkan peluncuran resmi program Health Promoting School yang nantinya diintegrasikan dengan UKS dan organisasi siswa di bawah koordinasi guru atau ustaz penanggung jawab kesehatan. Tim PKGM juga akan memberikan pelatihan bagi kader kesehatan siswa sebagai langkah awal implementasi program.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan, gizi, dan kesejahteraan remaja di lingkungan sekolah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung pengembangan kapasitas siswa. Kolaborasi antara PKGM FK-KMK UGM dan MA Miftahunnajah juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan. (Kontributor: Lintang Aryanti).




