FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Berbagi Kepedulian, Menguatkan Kehidupan” sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI FK-KMK UGM. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026, di Graha Agung, Kebonagung, Imogiri, Bantul, ini menghadirkan layanan kesehatan dan edukasi bagi sekitar 170 penyandang disabilitas beserta keluarga pendampingnya. Melalui kolaborasi dengan RSA UGM dan SAPADIFA Imogiri, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FK-KMK UGM dalam memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan ramah bagi kelompok rentan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memastikan bahwa setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. Semangat inklusivitas yang menjadi salah satu nilai utama FK-KMK UGM diwujudkan melalui berbagai layanan yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan penguatan dukungan sosial bagi peserta.
Koordinator tim pengabdian masyarakat, Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes., menyampaikan bahwa kerja sama antara FK-KMK UGM dan SAPADIFA Imogiri telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari FK-KMK UGM dan RSA UGM. Selain itu, peserta juga menerima paket sembako sebagai bentuk dukungan sosial untuk membantu kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu, tim pengabdian turut memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan dan penanganan penyakit menular ringan seperti influenza atau superflu. Materi edukasi disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami agar dapat diterapkan oleh peserta maupun keluarga pendamping dalam kehidupan sehari-hari.
dr. Ade Febrina Lestari, M.Sc., Sp.A dari RSA UGM menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu membangun lingkungan yang semakin suportif terhadap tumbuh kembang anak dan penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya menghapus stigma yang masih kerap dihadapi kelompok rentan serta memperkuat dukungan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan layanan kesehatan yang menjangkau kelompok rentan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong kesetaraan akses layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas dan memperkuat inklusi sosial, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSA UGM, SAPADIFA Imogiri, pemerintah setempat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor: Dea Wahyu Lestyarini).




