FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pasinaon Piwulang Luhur Edisi Iduladha dengan mengangkat tema “Pengorbanan Tenaga Kesehatan: Antara Tuntutan Profesi dan Keikhlasan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (26/05) secara daring melalui aplikasi Zoom dan siaran langsung di platform Youtube FK-KMK UGM.
Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH menyampaikan bahwa profesi kesehatan, hakikatnya merupakan suatu bentuk pengabdian. Karena banyak hal yang harus dikerjakan oleh tenaga kesehatan.
“Di balik jas putih, ruangan pelayanan kesehatan, ada banyak pengorbanan yang sering tidak terlihat. Mulai waktu bersama keluarga, kelelahan fisik dan mental, hingga risiko keselamatan ketika menangani kondisi darurat. Oleh karena itu, forum ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan ketulusan dalam melayani.”
Pada Pasinaon Piwulang Luhur Edisi Iduladha ini, narasumber yang memberikan materi adalah Ustadz Dr. Oni Sahroni, Lc., M.A. yang memaparkan bahwa pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila dijalankan dengan niat yang ikhlas dan disertai sikap profesional atau ihsan. Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki kedudukan penting dalam perspektif Islam karena berkontribusi pada kesejahteraan dan pembangunan manusia.
Ia juga menjelaskan pentingnya etika bagi tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, ahli gizi, maupun pasien, untuk membangun pelayanan yang adil dan proporsional. Prinsip yang ditekankan mencakup perlakuan setara kepada seluruh pasien, kepatuhan terhadap etika profesi, serta pemahaman bahwa proses sakit dapat menjadi sarana pembelajaran spiritual.
Selain membahas keikhlasan dalam profesi, forum ini turut mengulas zakat profesi bagi tenaga kesehatan. Dokter, perawat, ahli gizi, serta profesi berbasis keahlian lainnya dijelaskan memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi nisab tertentu. Diskusi juga membahas praktik pembayaran zakat, pemanfaatannya bagi mustahik, hingga relevansinya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan nilai pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kesejahteraan manusia. Selain itu, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan forum pembelajaran yang mengintegrasikan nilai etika, spiritualitas, dan profesionalisme, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Humas/Sitam).



