FK-KMK UGM. Dosen Departemen Health Behavior, Environment, and Social Medicine (HBES) FK-KMK UGM, Dr. Daniel, mengikuti Workshop on Ethical Principles in Climate Justice and Health Research yang diselenggarakan oleh United Nations University International Institute for Global Health (UNU-IIGH) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Januari 2026 tersebut merupakan bagian dari proyek internasional bertajuk “Operationalizing Epistemic Justice in South-East Asia Climate and Health Research Agenda”. Proyek ini didukung oleh WHO’s Health Ethics and Governance Unit dan bertujuan memperkuat praktik penelitian yang adil, inklusif, dan beretika dalam bidang perubahan iklim dan kesehatan, khususnya di kawasan Asia Tenggara yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kesehatan yang kompleks.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta terlibat dalam diskusi mengenai berbagai aspek etika penelitian yang berkaitan dengan isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Dalam berbagai sesi diskusi, peserta menyoroti pentingnya keadilan epistemik atau epistemic justice dalam penelitian. Konsep ini menekankan bahwa pengetahuan lokal, pengalaman komunitas, serta perspektif kelompok rentan perlu mendapatkan ruang yang setara dalam proses produksi pengetahuan ilmiah.
Selain membahas tantangan penelitian iklim dan kesehatan di kawasan Asia Tenggara, workshop juga mengulas berbagai kerangka etika yang dapat digunakan untuk memperkuat tata kelola penelitian. Para peserta mendiskusikan bagaimana prinsip-prinsip etika dapat diterapkan dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, analisis, hingga diseminasi hasil penelitian kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Salah satu luaran utama dari proyek ini adalah penyusunan dan penyempurnaan seperangkat prinsip etika penelitian yang akan menjadi panduan bagi para peneliti dalam melaksanakan riset terkait perubahan iklim dan kesehatan. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan mampu memastikan bahwa penelitian dilaksanakan secara bertanggung jawab, menghormati keberagaman konteks sosial dan budaya, serta sensitif terhadap berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian yang mendukung perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak perubahan iklim. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan mendorong pengembangan kapasitas akademisi dan peneliti. SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan agenda penelitian yang berfokus pada hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun kerja sama lintas negara guna menghasilkan penelitian yang lebih inklusif, adil, dan berdampak bagi masyarakat. (Kontributor: Zilfani Fuadiyah Haq).




