FK-KMK UGM Dukung Edukasi Asma dan TB Anak melalui Peringatan Hari Asma Sedunia di Yogyakarta

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada mendukung penyelenggaraan rangkaian kegiatan peringatan Hari Asma Sedunia dan Hari TB Anak Sedunia yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Klub Asma Anak Yogyakarta serta Promosi Kesehatan RSUP Dr. Sardjito. Kegiatan yang berlangsung di Balai Kota Yogyakarta pada 9 Mei 2026 ini diikuti sekitar 300 peserta.

Seminar menghadirkan sejumlah pakar respirologi anak, yakni dr. Roni Naning, M.Kes., Sp.A(K), dr. Rina Triasih, M.Med(Paed)., Ph.D., Sp.A(K), dr. Dwikisworo Setyowireni, Sp.A(K), dan dr. Mikha Chandra Tampubolon, M.Sc., Sp.A. Para narasumber menekankan bahwa keberhasilan pengendalian asma maupun tuberkulosis pada anak tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, kepatuhan menjalani terapi, serta lingkungan yang sehat. Orang tua memiliki peran penting dalam mengenali gejala sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Selain memperluas pengetahuan masyarakat, kegiatan skrining tuberkulosis yang diselenggarakan pada kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung deteksi dini kasus TB pada anak. Langkah ini dinilai penting mengingat tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Dengan deteksi yang lebih cepat, proses diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga peluang kesembuhan meningkat sekaligus membantu menekan risiko penularan di lingkungan sekitar.

Kolaborasi antara organisasi profesi, rumah sakit, komunitas pasien, dan masyarakat juga menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Sinergi berbagai pihak menunjukkan bahwa peningkatan kesehatan anak memerlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, institusi pelayanan kesehatan, komunitas, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan sekaligus membangun budaya hidup sehat di masyarakat.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi, deteksi dini, dan pengendalian penyakit pernapasan pada anak. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara organisasi profesi, rumah sakit, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesehatan anak secara berkelanjutan. (Kontribusi: Muhammad Nasiruddin Afif).