FK-KMK UGM Dorong Produk Jamu Jogorogo dan Lokanusa Siap Bersaing di Pasar Internasional

FK-KMK UGM. Pusat Kedokteran Herbal FK-KMK UGM menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berskala internasional bertajuk “Go-Singosaren Menuju Pasar Malaysia” dengan melakukan kunjungan strategis ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–21 Juni 2026. Kegiatan yang dipimpin oleh Dr.rer.nat. apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc., ini bertujuan membuka peluang ekspor bagi produk herbal dan olahan rempah binaan UMKM di Kalurahan Singosaren, Bantul, sekaligus memperkuat jejaring internasional dalam pengembangan produk berbasis herbal Indonesia.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara UMKM Kelurahan Singosaren yang terdiri atas Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kafe Lokanusa, Pusat Kedokteran Herbal UGM, pakar farmasi dari Malaysia, serta pakar nanoteknologi dari Pakistan. Dalam kunjungan tersebut, tim UGM juga melibatkan pemilik UMKM binaan, Erwando Abadi, sebagai representasi keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pengembangan dan perluasan pasar produk lokal ke tingkat internasional.

Fokus utama kegiatan ini adalah memperkenalkan produk unggulan binaan UGM, yakni Jamu Jogorogo serta berbagai produk olahan herbal, teh, dan rempah yang diproduksi Kafe Lokanusa, kepada pasar Malaysia. Salah satu capaian penting dari kunjungan tersebut adalah terjalinnya kerja sama strategis dengan IMU University, salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Malaysia yang memiliki laboratorium terakreditasi secara nasional.

Laboratorium IMU University akan menjadi mitra pengujian berbagai produk herbal binaan UGM sebelum dipasarkan secara resmi di Malaysia. Pengujian tersebut meliputi uji stabilitas bahan baku, cemaran mikroba, kandungan logam berat, serta parameter lain yang dipersyaratkan oleh National Pharmaceutical Regulatory Agency (NPRA), lembaga pengawas obat dan makanan di Malaysia yang setara dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

Selain memperkuat aspek regulasi, tim UGM juga berhasil menjalin komunikasi dan kesepakatan dengan calon distributor lokal di Malaysia. Distributor tersebut menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan produk-produk binaan UGM setelah memperoleh izin edar dari NPRA. Hasil penelusuran pasar yang dilakukan di Kuala Lumpur juga menunjukkan bahwa produk berbasis rempah dan herbal dari Indonesia memiliki peluang pasar yang menjanjikan. Kedekatan budaya masyarakat Malaysia dengan konsumsi jamu dan minuman herbal, serta besarnya populasi diaspora Indonesia di Malaysia, menjadi potensi yang sangat besar bagi pengembangan pasar produk-produk tersebut.

Kafe Lokanusa dan Jamu Jogorogo sendiri merupakan dua ikon ekonomi kreatif binaan Pusat Kedokteran Herbal UGM yang berasal dari Kalurahan Singosaren, Bantul. Produk-produk yang dihasilkan telah mengantongi sertifikasi halal, izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta berbagai pengujian higienitas pada skala domestik. Selain menjadi pemasok produk teh dan makanan berbasis rempah, Kafe Lokanusa juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif berbasis komunitas, seperti Tea Party, workshop kolaboratif, hingga dining experience bernuansa budaya Jawa yang menjadi inspirasi dalam pengembangan desain kemasan produk ekspor.

Program ini mendukung SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas UMKM dan pembukaan akses pasar internasional yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara UGM, UMKM, institusi pendidikan internasional, pakar lintas negara, serta mitra distribusi di Malaysia dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdaya saing global. (Kontributor: Arko Jatmiko Wicaksono).