FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM bersama Fitness Professional Academy, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa, HOPE Wellness, Fitness Plus, dan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) menyelenggarakan Webinar Series Muscle is Medicine Seri 4 bertajuk Resistance Training Upper Body – Push pada Kamis (11/6/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Webinar menghadirkan dr. Tanjung Subrata sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa latihan resistensi tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot, tetapi juga mendukung kesehatan metabolik, mempertahankan kapasitas fungsional, serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Namun, manfaat tersebut hanya dapat diperoleh secara optimal apabila latihan dilakukan dengan teknik yang benar dan disertai pemahaman mengenai fungsi kelompok otot yang dilatih.
Materi pertama membahas latihan pada kelompok otot dada (chest muscles), seperti Barbell Bench Press, Push-Up, dan Dumbbell Chest Fly. Menurut dr. Tanjung, otot dada berperan penting dalam berbagai gerakan mendorong yang dilakukan sehari-hari. Selain meningkatkan kekuatan tubuh bagian atas, latihan pada kelompok otot ini juga berfungsi menjaga stabilitas bahu dan mendukung kemampuan fungsional tubuh secara keseluruhan.
Ia menekankan pentingnya kualitas gerakan selama latihan, mulai dari posisi tubuh yang stabil, kontrol gerakan ketika mengangkat maupun menurunkan beban, hingga pengaturan pernapasan yang tepat. Keberhasilan latihan, menurutnya, tidak ditentukan oleh besarnya beban yang digunakan, melainkan oleh kualitas gerakan yang dilakukan sepanjang rentang gerak secara penuh.
Pembahasan selanjutnya difokuskan pada kelompok otot bahu melalui latihan Barbell Overhead Shoulder Press, Dumbbell Lateral Raise, dan Dumbbell Front Raise. dr. Tanjung menjelaskan bahwa otot deltoid terdiri atas bagian anterior, lateral, dan posterior yang memiliki fungsi berbeda dalam menggerakkan lengan. Oleh karena itu, variasi latihan diperlukan agar stimulasi terhadap setiap bagian otot dapat berlangsung optimal dan menghasilkan perkembangan kekuatan serta stabilitas sendi bahu yang seimbang.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi aktivitas fisik berbasis sains untuk mencegah penyakit kronis dan meningkatkan kualitas hidup. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi tenaga kesehatan, praktisi kebugaran, dan masyarakat umum. Di sisi lain, kolaborasi antara berbagai institusi pendidikan, organisasi profesi, dan mitra kebugaran dalam penyelenggaraan kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Yuka Nabila).




