FK-KMK UGM Dorong Kepedulian Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Piknik dan Mewarnai Bersama di Wisdom Park

FK-KMK UGM. Mahasiswa FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan piknik dan mewarnai bersama sebagai upaya promotif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. Kegiatan yang menjadi bagian dari semangat Universitas Gadjah Mada sebagai Health Promoting University (HPU) ini dilaksanakan pada Senin (6/7/2026) di Wisdom Park UGM dan diikuti sekitar 14 mahasiswa.

Inisiatif kegiatan digagas oleh Intan Veda Adiwena, S.Ked., mahasiswa peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan yang selama ini aktif mengembangkan isu kesehatan mental mahasiswa. Berangkat dari penelitiannya mengenai peer support, Intan melihat bahwa ruang sederhana untuk saling terhubung dan memberikan dukungan antarteman merupakan bagian penting dari strategi promotif dalam kesehatan mental.

Atas dasar tersebut, ia merancang kegiatan bertajuk “Mewarnai Bersama” sebagai ruang aman (safe space) bagi mahasiswa untuk melepaskan sejenak tekanan akademik sekaligus mempererat hubungan sosial. Wisdom Park dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menghadirkan ruang terbuka hijau yang nyaman, tenang, dan mendukung interaksi positif di lingkungan kampus.

Bagi Intan, seni menjadi media yang efektif untuk mengekspresikan emosi sekaligus meredakan stres. Ia telah lama memanfaatkan aktivitas menggambar dan mewarnai sebagai sarana untuk mengenali diri sendiri serta membangun kembali hubungan dengan inner child. Dengan membawa pola gambar hasil karyanya sendiri beserta perlengkapan mewarnai, Intan mengajak teman-temannya menikmati suasana santai di tengah lingkungan kampus.

Peserta juga mengikuti kegiatan bertukar apresiasi melalui secret message. Setelah menjalani semester kedua yang penuh tantangan akademik dan dinamika kerja kelompok, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan, apresiasi, maupun masukan kepada teman-temannya secara anonim melalui formulir daring. Seluruh pesan kemudian dikompilasi dan dicetak menjadi kartu ucapan yang dibagikan kepada masing-masing peserta.

Nur Zidny Ilmanafia, S.Psi., yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menilai bahwa aktivitas kreatif seperti mewarnai dan bertukar surat mampu menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk lebih mengenali kondisi emosional mereka. Pengalamannya dalam mengembangkan program penguatan konselor sebaya di salah satu fakultas di UGM juga menunjukkan bahwa dukungan antarmahasiswa sering kali menjadi langkah awal yang efektif dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan kampus.

Menurut Zidny, promosi kesehatan mental tidak selalu harus diwujudkan melalui intervensi yang kompleks. Aktivitas sederhana yang menggabungkan pendekatan kreatif, mindfulness, serta ruang interaksi yang aman justru dapat menjadi strategi promotif yang mudah diakses oleh mahasiswa. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni (art therapy) dan mindfulness mampu membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan regulasi emosi, serta memperkuat kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya promotif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin dari terciptanya lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik sekaligus kesejahteraan mental. SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan ruang terbuka kampus yang aman, inklusif, dan nyaman. (Kontributor: Intan Veda Adiwena; Nur Zidny Ilmanafia).