FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Program Riset dan Operasional (PKKA-PRO) menyelenggarakan kegiatan kunjungan lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka Studi Evaluasi Prevalensi Penurunan Zero Dose Children di Kabupaten Karangasem, Bali. Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026 ini bertujuan mengevaluasi efektivitas berbagai upaya penurunan jumlah anak dengan status zero dose, yaitu anak yang belum menerima dosis pertama vaksin yang mengandung DTP (DPT1), sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi di masyarakat.
Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A., Subsp. IPT(K) selaku Principal Investigator, dr. Braghmandita Widya Indraswari, M.Sc., Ph.D., Sp.A., Subsp. TKPS(K), serta Muhammad Rizky Mangkuwidjaya, S.Si., MHPM. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi nasional yang mendukung penguatan program imunisasi dasar lengkap di Indonesia.
Pada hari pertama, tim melaksanakan FGD bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem. Diskusi difokuskan pada capaian program imunisasi, kebijakan daerah, mekanisme pembiayaan program, serta strategi yang telah dilakukan untuk menurunkan angka zero dose children. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD tingkat puskesmas yang melibatkan Puskesmas Bebandem dan Puskesmas Selat, tenaga kesehatan pelaksana imunisasi, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Studi evaluasi ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis data kuantitatif dan kualitatif, serta didukung pelaksanaan Survei Cepat Komunitas (SCK). Pendekatan tersebut digunakan untuk mengukur prevalensi dan tren penurunan jumlah anak zero dose selama periode 2023–2025, sekaligus memvalidasi data cakupan imunisasi yang dilaporkan fasilitas kesehatan dengan kondisi aktual di masyarakat.
Pada hari kedua, tim melakukan pendampingan Survei Cepat Komunitas di wilayah kerja Puskesmas Selat. Bersama kader kesehatan dan petugas puskesmas, tim mengunjungi rumah tangga yang memiliki anak usia 2–59 bulan untuk memperoleh informasi langsung terkait akses layanan imunisasi, alasan anak belum mendapatkan imunisasi, serta efektivitas intervensi yang telah dilakukan pemerintah dan fasilitas kesehatan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan akses imunisasi dan perlindungan kesehatan anak sejak usia dini. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena melibatkan kolaborasi antara FK-KMK UGM, Kementerian Kesehatan RI, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat program imunisasi nasional yang berkelanjutan. (Kontributor: Brigitta Beata Pradhaningtyas, Dhimas Sholikhul Huda.).




