FK-KMK UGM dan Institut Kesehatan Yarsi Mataram Jajaki Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik (MIB) menerima kunjungan Institut Kesehatan Yarsi Mataram untuk membahas rencana pembukaan Fakultas Kedokteran sekaligus menjajaki peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Pertemuan tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, di Ruang Diskusi Gedung Pascsarjana Tahir Foundation Sayap Selatan Lantai 5 FK-KMK UGM.

Institut Kesehatan Yarsi Mataram dalam kunjungan tersebut diwakili oleh Rektor Dr. Zul Hendry, S.Kep., Ners., M.Kep., dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, Sumber Daya, dan Aset, Dr. Idyatul Hasanah, S.Kep., Ners., M.Kep. Delegasi diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., bersama Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM, dr. Nur Arfian, Ph.D., PAK(K), serta Sekretaris Program Studi, dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana Institut Kesehatan Yarsi Mataram dalam membuka Fakultas Kedokteran. Pembahasan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan pendidikan tinggi kesehatan dan berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam pengembangan institusi pendidikan kedokteran. Selain agenda tersebut, diskusi juga diarahkan pada peluang kerja sama yang dapat dibangun antara kedua institusi. Bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian yang dibicarakan dalam pertemuan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM, dr. Nur Arfian, Ph.D., PAK(K), menyampaikan apresiasi atas kunjungan Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat dan berkelanjutan antara kedua institusi.

Penjajakan kerja sama juga menunjukkan pentingnya jejaring antarinstitusi dalam pengembangan pendidikan tinggi kesehatan. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, kerja sama dapat dikembangkan secara bertahap, baik dalam kegiatan akademik maupun penelitian dan pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pendidikan dan sumber daya manusia bidang kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas dan kualitas pendidikan tinggi kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penjajakan kolaborasi antarinstitusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. (Kontributor: Dina Laksita Yulianingrum).