FK-KMK UGM. Tenaga Kependidikan Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia laboratorium dengan mengikuti seminar nasional bertema “Pengembangan SDM PLP Menuju Laboratorium Berdampak: Profesional, Adaptif, dan Tersertifikasi” yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) atau laboran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengelola laboratorium. Seminar berlangsung selama dua hari, pada Kamis–Jumat, 6–7 November 2025, bertempat di Auditorium Riset Center ITS lantai 11.
Dalam kegiatan tersebut, Yuenleni sebagai perwakilan tenaga kependidikan Departemen Biokimia FK-KMK UGM aktif mengikuti rangkaian sesi yang dirancang untuk memperkuat peran strategis PLP dalam mendukung ekosistem riset. Seminar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Miftakul Azis, M.H., anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dr. Sulistyo, S.T., M.Si., PLP Madya dari Universitas Sebelas Maret, serta Fadliatul Taufany, S.T., Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS.
Dalam pemaparannya, Miftakul Azis menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi PLP sebagai bentuk pengakuan profesional dalam pengelolaan laboratorium. Ia mendorong para laboran untuk mengikuti proses sertifikasi guna meningkatkan kredibilitas dan daya saing di bidangnya. Sementara itu, Fadliatul Taufany menyoroti peran krusial PLP sebagai tulang punggung riset laboratorium yang bertanggung jawab dalam menjaga kualitas dan akurasi data eksperimen, mendukung riset multidisiplin, serta berperan sebagai mitra dalam penyusunan proposal hingga publikasi ilmiah.
Di sisi lain, Dr. Sulistyo mengajak para PLP untuk mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga sebagai entrepreneur. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat membuka peluang kemandirian finansial sekaligus memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat melalui inovasi berbasis laboratorium.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil penelitian dari para peserta. Dalam kesempatan tersebut, Yuenleni mempresentasikan karya terkait persiapan praktikum fosforilasi oksidatif serta strategi dalam mengatasi keterbatasan sampel. Presentasi ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus diskusi ilmiah yang konstruktif antar peserta dari berbagai institusi.
Partisipasi dalam seminar ini diharapkan dapat memperluas wawasan tenaga kependidikan, meningkatkan kreativitas dalam pengelolaan laboratorium, serta membuka peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pengembangan SDM yang unggul dan adaptif di bidang pendidikan dan penelitian.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan melalui penguatan kompetensi dan profesionalisme di bidang laboratorium. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong pengembangan inovasi laboratorium serta pemanfaatan keahlian PLP dalam mendukung riset yang berdampak. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia laboratorium secara berkelanjutan. (Kontributor: Dianandha Septiana Rubi, S.Gz, M.Sc).




