FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menggelar pelepasan Emergency Medical Team – Academic Health System Universitas Gadjah Mada (EMT AHS UGM) untuk berangkat ke Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (19/8/2026). Kegiatan dilaksanakan di ruang 1.1 Gedung Pusat FK-KMK UGM. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari respons kebencanaan tim Pokja Bencana FK-KMK UGM atas dampak gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026 lalu.
Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM, Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep., mengatakan bahwa segera setelah mendapatkan info bencana yang terjadi di Flores, tim Pokja Bencana yang terdiri atas AHS UGM serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memutuskan untuk mengirim tim respons bencana di wilayah-wilayah yang sedang memerlukan dukungan. Pada pengiriman tim tahap pertama ini, terdapat enam personel yang akan beroperasi di RSUD Bajawa, Ngada selama 19-30 Agustus 2026.
Keenam personel tersebut dibagi menjadi dua tim, yaitu tim asesmen dan tim medis. Tiga anggota tim manajemen terdiri atas tim dari FK-KMK UGM yang bertugas untuk menelaah kebutuhan di lapangan yang perlu mendapat dukungan. Sementara itu, tiga personel tim medis merupakan gabungan dokter dan perawat RSA UGM untuk memberikan dukungan pre-hospital.
Dekan FK-KMK UGM, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D, FRSPH, mengatakan, langkah ini merupakan respons dari permintaan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia untuk memperkuat tata kelola penanganan bencana di tingkat daerah. Selain turun ke lapangan dengan bekal keahlian teknis dan manajemen, tim FK-KMK UGM turut mendapatkan amanah untuk menyalurkan bantuan logistik berupa obat-obatan dari Dinas Kesehatan DIY.
Kepada anggota tim, Prof. Yodi menekankan fleksibilitas dan kesiapsiagaan, karena pergerakan tim yang dimulai pada perjalanan malam nanti hingga besok akan menentukan ketahanan fisik selanjutnya. Selain itu, Dekan turut berpesan untuk mengutamakan keselamatan diri dan tim dengan baik dalam setiap pergerakan.
“Terakhir, lakukan koordinasi yang kuat dan menjaga nama istitusi, serta jalin komunikasi yang erat antara perwakilan di provinsi dengan tim lapangan. Tunjukkan profesionalisme, empati, dan integritas tinggi yang menjadi ciri khas di UGM,” pesan Prof. Yodi.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H., mengucapkan terima kasih kepada FK-KMK UGM atas kolaborasi dalam distribusi bantuan obat-obatan untuk korban terdampak di Flores. dr. Anung mengatakan, pada tahap pertama ini, Pemerintah Provinsi DIY menyalurkan 40 kilogram obat-obatan kepada FK-KMK UGM.
“Selain tenaga yang sudah disiapkan oleh FK-KMK UGM, semoga obat-obatan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat NTT yang terdampak,” kata dr. Anung.
Pelepasan keberangkatan keenam anggota EMT AHS UGM dilakukan secara simbolis melalui penyerahan dan pemakaian rompi relawan kepada para anggota tim oleh Prof. Yodi dan dr. Anung. Kedua pihak juga melakukan serah-terima bantuan logistik secara langsung untuk dibawa oleh tim EMT AHS UGM menuju Flores.
Kegiatan pengiriman personel EMT AHS UGM beserta penyaluran bantuan obat-obatan ke Flores ini sejalan dengan upaya FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Misi tanggap darurat ini bertujuan langsung untuk memulihkan kondisi medis serta memastikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores. Selain itu, sinergi yang terjalin antara FK-KMK UGM, RSA UGM, dengan instansi pemerintah melalui Dinas Kesehatan DIY turut merepresentasikan penerapan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mengatasi krisis kemanusiaan. (Penulis: Citra/Humas).



