FK-KMK UGM. Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Regulasi Terkini Rumah Sakit di Indonesia sebagai forum akademik untuk membahas arah kebijakan dan transformasi regulasi rumah sakit di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada 16 April 2026 ini menghadirkan dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes. sebagai narasumber utama, Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS., FISQua sebagai pembahas, serta dr. Srimurni Rarasati, M.P.H sebagai moderator. Kuliah tamu diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana Program Studi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan serta praktisi rumah sakit dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi yang mempertemukan perspektif kebijakan, manajemen, dan praktik pelayanan kesehatan untuk memahami berbagai perubahan regulasi yang saat ini tengah berlangsung. Dalam paparannya, dr. Ockti menjelaskan bahwa transformasi sistem kesehatan nasional diarahkan untuk mewujudkan visi “Kesehatan untuk Semua” melalui penguatan berbagai aspek layanan kesehatan, termasuk sektor rumah sakit.
Menurutnya, salah satu fokus utama transformasi kesehatan saat ini adalah penguatan layanan rujukan melalui jejaring rumah sakit yang lebih terintegrasi, penerapan standar mutu pelayanan, serta implementasi Rujukan Berbasis Kompetensi (RBK). Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan rujukan, mempercepat akses pasien terhadap pelayanan yang dibutuhkan, serta meningkatkan efisiensi sistem kesehatan secara keseluruhan.
Selain itu, dr. Ockti menyoroti perubahan paradigma klasifikasi rumah sakit pasca terbitnya Undang-Undang Kesehatan yang kini lebih menitikberatkan pada kemampuan pelayanan dibandingkan aspek administratif semata. Perubahan tersebut menuntut rumah sakit untuk terus meningkatkan kapasitas layanan dan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Pembahasan juga mencakup berbagai agenda strategis lainnya, seperti implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), pengembangan sistem pembiayaan berbasis Indonesian Diagnosis Related Groups (IDRG), pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, penguatan layanan prioritas, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan. Seluruh agenda tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem kesehatan yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Ockti menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara Good Hospital Governance dan Good Clinical Governance. Rumah sakit tidak hanya dituntut memiliki tata kelola organisasi dan keuangan yang baik, tetapi juga harus mampu menjamin mutu pelayanan klinis, keselamatan pasien, serta akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, berbagai indikator seperti kinerja keuangan, mutu layanan, produktivitas tenaga kesehatan, utilisasi alat kesehatan, hingga indikator keselamatan pasien perlu dimonitor secara berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan yang berbasis data.
Menanggapi paparan tersebut, Dr. dr. Hanevi Djasri menekankan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi rumah sakit saat ini bukan sekadar memahami regulasi yang berlaku, melainkan bagaimana menerjemahkan regulasi tersebut ke dalam strategi dan implementasi operasional yang efektif. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan dashboard manajemen dan sistem informasi kesehatan agar data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk evaluasi dan perbaikan layanan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan tata kelola dan mutu layanan kesehatan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pembahasan transformasi digital dan pengembangan sistem pelayanan rumah sakit yang lebih modern. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong akses layanan kesehatan yang lebih merata melalui sistem rujukan yang efektif. SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan institusi pelayanan kesehatan yang transparan dan berkualitas. (Kontributor: HPM FK UGM).




