FK-KMK UGM Bahas Beneficence dalam Pelayanan Kesehatan Humanis Bersama YKI DIY

FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) menyelenggarakan RABOAN atau Research and Bioethics Perspective Sharing bertajuk “Beneficence in Action: Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DIY sebagai Implementasi Pelayanan Kesehatan yang Humanis” untuk membahas penerapan prinsip berbuat baik dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan yang menghadirkan akademisi, tenaga kesehatan, komunitas, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut diselenggarakan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Diskusi menghadirkan dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes., dosen FK-KMK UGM sekaligus pengurus YKI DIY, sebagai narasumber.

Dalam diskusi tersebut, dr. Arida menjelaskan bahwa Rumah Singgah YKI DIY atau Sasana Marsudi Husada menjadi salah satu bentuk nyata penerapan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kemanusiaan. Rumah singgah ini hadir untuk membantu pasien kanker, khususnya mereka yang berasal dari luar Yogyakarta dan harus menjalani pengobatan secara berulang.

Pasien kanker sering kali menghadapi berbagai tantangan selama menjalani terapi, termasuk kebutuhan biaya transportasi dan akomodasi. Kondisi tersebut dapat menjadi hambatan bagi keberlangsungan pengobatan, terutama bagi pasien yang harus menjalani kemoterapi atau radioterapi dalam jangka waktu tertentu. Melalui rumah singgah, YKI DIY berupaya membantu meringankan beban tersebut dengan menyediakan tempat tinggal gratis maupun bersubsidi serta dukungan transportasi menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut dr. Arida, pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal sementara. Rumah singgah juga menjadi ruang yang memberikan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga. Interaksi dengan sesama pasien dan penyintas memungkinkan mereka saling berbagi pengalaman serta memberikan semangat selama menjalani proses pengobatan.

Diskusi turut mengangkat berbagai persoalan bioetika dalam pengelolaan rumah singgah. Peserta membahas penerapan prinsip justice atau keadilan, non-maleficence atau tidak menimbulkan bahaya, serta autonomy atau penghormatan terhadap keputusan individu. Dalam pengelolaannya, sistem reservasi diterapkan untuk mendukung penggunaan fasilitas secara adil, sementara privasi dan keamanan pasien dijaga melalui penyediaan kamar terpisah, pengaturan kunjungan, dan pengelolaan lingkungan yang mempertimbangkan kondisi pasien dengan kerentanan imun.

Dyah Suminar, salah satu pengurus Rumah Singgah YKI DIY, turut menjelaskan pentingnya gotong royong dalam keberlangsungan pelayanan. Pengelolaan rumah singgah didukung oleh donasi, kerja sama dengan berbagai pihak, serta keterlibatan relawan. Selain itu, YKI DIY juga mengembangkan komunitas penyintas kanker, paguyuban relawan kanker, dan komunitas ostomate sebagai bagian dari penguatan dukungan bagi pasien.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pelayanan dan pendampingan yang berpusat pada pasien. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung melalui upaya mengurangi hambatan akses layanan bagi pasien dari daerah dan kelompok rentan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi perguruan tinggi, organisasi masyarakat, relawan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pelayanan kesehatan yang humanis dan berkelanjutan. (Konttributor: Rafi).