Dosen FK-KMK UGM Publikasikan Temuan Kepadatan Payudara pada Perempuan Muda untuk Perkuat Strategi Skrining Kanker Payudara

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama tim peneliti memublikasikan hasil penelitian mengenai hubungan kepadatan payudara (mammographic density) pada perempuan usia muda dengan karakteristik subtipe kanker payudara. Penelitian yang diketuai oleh Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K) bersama tim peneliti yang terdiri atas Didik Setyo Heriyanto, Ph.D., Artanto Wahyono, Ph.D., Vincent Laiman, Ph.D., dr. Sariningsih Hikmawati, dr. Kardinah, serta jejaring kolaborasi nasional ini bertujuan untuk mendukung pengembangan strategi deteksi dini kanker payudara yang lebih tepat sasaran bagi perempuan Indonesia.

Hasil penelitian dipublikasikan pada tahun 2026 dalam International Journal of Breast Cancer melalui artikel berjudul “High Mammographic Density in Younger Women and Its Implications for Breast Cancer Subtypes” dengan DOI: https://doi.org/10.1155/ijbc/8401844. Penelitian ini berangkat dari tingginya angka kejadian kanker payudara yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan.

Salah satu tantangan dalam upaya deteksi dini adalah adanya variasi kepadatan jaringan payudara yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan mammografi. Tim peneliti FK-KMK UGM menyoroti bahwa perempuan Asia, termasuk Indonesia, umumnya memiliki jaringan payudara yang lebih padat dibandingkan populasi Barat. Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan identifikasi lesi pada pemeriksaan mammografi, tetapi juga telah dikenal sebagai salah satu faktor risiko independen terjadinya kanker payudara.

Dalam penelitian ini, tim menganalisis hubungan antara tingkat kepadatan payudara berdasarkan hasil mammografi dengan berbagai subtipe molekuler kanker payudara pada pasien di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berusia di bawah 45 tahun cenderung memiliki kepadatan payudara yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Tingginya kepadatan jaringan payudara tersebut memiliki implikasi penting terhadap interpretasi hasil mammografi karena jaringan padat dapat menyamarkan keberadaan lesi sehingga sensitivitas pemeriksaan menjadi lebih rendah.

Penelitian ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya deteksi dini kanker payudara yang lebih efektif sehingga berpotensi menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan memperkaya pengembangan ilmu radiologi, onkologi, dan penelitian berbasis bukti yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan tenaga kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan berbagai institusi pelayanan kesehatan di Indonesia yang mendukung pengembangan kebijakan skrining kanker payudara yang lebih tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan. (Kontributor: Prof. Lina Choridah, Sp.Rad(K) dkk.)