FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama tim peneliti memublikasikan artikel ilmiah dengan judul “Integration of One Health Competencies in Medical Curricula: A Scoping Review Protocol” pada jurnal JBI Evidence Synthesis tahun 2026. Artikel dengan DOI: 10.11124/JBIES-25-00147. Publikasi ini ditulis oleh Dian Puspita Sari, mahasiswa Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM, di bawah bimbingan Prof. Dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., dan Dr. dr. Yoga Pamungkas Susani, M.Med.Ed. Publikasi tersebut memaparkan protokol scoping review yang bertujuan memetakan integrasi kompetensi One Health dalam kurikulum pendidikan kedokteran di berbagai negara.
Publikasi yang terbit pada tahun 2026 ini menjadi bagian dari upaya akademisi FK-KMK UGM untuk mengidentifikasi karakteristik pembelajaran One Health, luaran pendidikan yang dihasilkan, tantangan implementasi, serta faktor-faktor yang mendukung penerapan pendekatan tersebut dalam pendidikan dokter. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Pendekatan One Health merupakan konsep kolaboratif yang menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Dalam pendekatan ini, penyelesaian masalah kesehatan tidak dapat dilakukan oleh satu disiplin ilmu saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas profesi dan lintas sektor. Oleh karena itu, dokter masa depan dituntut memiliki kompetensi untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dokter hewan, ahli lingkungan, epidemiolog, hingga pembuat kebijakan.
Urgensi penerapan One Health semakin meningkat seiring munculnya berbagai tantangan kesehatan global, seperti penyakit zoonosis, pandemi penyakit infeksi baru, resistensi antimikroba, isu ketahanan pangan, serta dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat. Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan kesehatan hewan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan.
Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan metode scoping review untuk menelusuri dan memetakan berbagai praktik integrasi One Health dalam kurikulum pendidikan kedokteran di seluruh dunia. Protokol penelitian disusun berdasarkan pedoman terbaru dari Joanna Briggs Institute (JBI) tahun 2024. Publikasi protokol penelitian dalam jurnal JBI Evidence Synthesis dilakukan sebagai bentuk transparansi ilmiah, sekaligus untuk meminimalkan risiko bias publikasi dan meningkatkan kualitas metodologi penelitian yang akan dilaksanakan.
Menurut tim peneliti, hasil kajian ini nantinya diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi institusi pendidikan kedokteran dalam merancang kurikulum yang mampu membekali lulusan dengan kompetensi kolaboratif dan adaptif. Selain itu, temuan penelitian juga dapat digunakan sebagai dasar advokasi untuk memperkuat integrasi One Health dalam pendidikan kedokteran, khususnya di negara-negara yang masih mengembangkan pendekatan tersebut.
Penelitian ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi dokter dalam menghadapi tantangan kesehatan global, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan dan evaluasi inovasi kurikulum pendidikan kedokteran berbasis One Health, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Kontributor: Dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., dan Dr. dr. Yoga Pamungkas Susani, M.Med.Ed., Dian Puspita Sari).




