Direktur CHBP FK-KMK UGM Raih Best Poster Award pada Konferensi APACPH 2026

FK-KMK UGM. Direktur Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP), dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., meraih penghargaan Best Poster Award pada 57th Asia-Pacific Academic Consortium for Public Health (APACPH) Conference 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh National Cheng Kung University (NCKU) pada 20–23 Oktober 2026 di International Convention Center (ICC) Tainan, Taiwan, ini mempertemukan akademisi dan praktisi kesehatan masyarakat dari kawasan Asia Pasifik. Mengusung tema “Leveraging Healthcare Technology and Innovation for Public Health Advancement”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk berbagi hasil penelitian dan membahas berbagai inovasi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat.

Penghargaan yang diraih dr. Bagas diberikan atas penelitian berjudul “Factors Associated with Regular Healthcare Follow-Up Among Young Adults with Hypertension in Indonesia: Evidence from the 2023 Indonesian National Health Survey”. Penelitian tersebut dipresentasikan dalam sesi poster pada 22–23 Oktober 2026. Kajian ini merupakan hasil kolaborasi antara UGM dan Taipei Medical University (TMU) melalui skema joint advisor yang mempertemukan kapasitas akademik dan pengalaman penelitian dari kedua institusi.

Tim penelitian turut melibatkan Dagun Raisah Laksmi Pratiwi, mahasiswa doktoral School of Public Health TMU sekaligus asisten peneliti CHBP, serta Prof. Chyi-Huey Bai dari School of Public Health TMU. Kolaborasi ini menunjukkan peran kerja sama akademik dalam mengembangkan penelitian kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan data dan perspektif dari berbagai institusi.

Penelitian tersebut menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan keteraturan kontrol kesehatan pada individu berusia 18–45 tahun yang telah didiagnosis hipertensi oleh dokter. Analisis mencakup aspek sosiodemografi, akses terhadap layanan kesehatan, serta perilaku individu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.

Pemilihan topik ini berangkat dari pentingnya pengendalian hipertensi sejak usia muda. Kondisi tersebut kerap tidak mendapatkan perhatian memadai karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang dirasakan secara langsung. Padahal, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan hipertensi. Keteraturan kontrol memungkinkan kondisi kesehatan penderita dipantau sehingga upaya pengendalian dapat dilakukan secara lebih terarah.

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini menunjukkan adanya faktor terkait akses layanan kesehatan yang berhubungan dengan keteraturan kontrol pada penderita hipertensi usia muda. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perilaku pemeriksaan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesadaran individu, tetapi juga perlu dilihat dari kemudahan dan kesempatan seseorang dalam memperoleh pelayanan.

Capaian ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui kolaborasi pembimbingan akademik, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui perhatian terhadap hambatan akses pelayanan kesehatan, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama penelitian antara UGM dan Taipei Medical University. (Kontributor: Sinta Ristiyanti).