Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM Gelar Instagram Live Bahas Strategi Publikasi Ilmiah

FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM serta Jurnal Kesehatan Reproduksi (JKR) menyelenggarakan kegiatan Instagram Live bertajuk “Bikin Paper Anti Ribet! Kupas Tuntas Rahasia Paper Diterima” sebagai upaya memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sivitas akademika. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026) ini diikuti oleh sivitas akademika, peneliti, mahasiswa, praktisi kesehatan, serta Sobat JKR yang ingin memperdalam pemahaman mengenai strategi penyusunan manuskrip ilmiah yang sistematis, berkualitas, dan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di jurnal ilmiah.

Instagram Live tersebut menghadirkan dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D. sebagai narasumber yang membagikan pengalaman sekaligus strategi praktis dalam menyiapkan manuskrip ilmiah sesuai standar publikasi. Jalannya diskusi dipandu oleh dr. Adi Ariffianto, Ph.D., selaku Managing Editor Jurnal Kesehatan Reproduksi (JKR), yang mengarahkan sesi berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab bersama peserta.

Dalam paparannya, dr. Yogik menjelaskan bahwa proses menulis artikel ilmiah tidak hanya berfokus pada penyusunan hasil penelitian ke dalam bentuk naskah. Lebih dari itu, sebuah manuskrip harus mampu membangun alur argumentasi yang logis, menyajikan data secara sistematis, serta menunjukkan unsur kebaruan penelitian secara jelas. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi faktor penting yang akan menentukan kualitas suatu karya ilmiah sekaligus meningkatkan peluang naskah untuk diterima oleh jurnal yang dituju.

Peserta juga diajak memahami tahapan penting dalam penyusunan manuskrip, mulai dari merumuskan pesan utama penelitian, menyusun struktur artikel yang efektif, hingga menentukan jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian dan target pembaca. Pemilihan jurnal yang tepat dinilai menjadi salah satu langkah strategis agar hasil penelitian dapat dipublikasikan pada media ilmiah yang relevan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Selain membahas strategi penyusunan artikel, narasumber juga mengulas berbagai kesalahan yang kerap menjadi penyebab penolakan manuskrip. Beberapa di antaranya adalah ketidaksesuaian topik dengan fokus jurnal, penyajian data yang kurang kuat, pembahasan yang belum mendalam, hingga penyusunan abstrak yang belum mampu merepresentasikan substansi penelitian secara utuh. Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan naskah ke jurnal ilmiah.

Sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses publikasi, dr. Yogik turut membagikan sejumlah kiat praktis agar manuskrip lebih siap memasuki tahapan peer review. Ia menekankan pentingnya keterbukaan penulis terhadap masukan dari reviewer, melakukan revisi secara cermat, serta menjaga konsistensi kualitas penulisan. Sikap tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan karya ilmiah hingga layak dipublikasikan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan publikasi penelitian kesehatan berbasis bukti ilmiah, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas publikasi ilmiah, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan budaya riset dan inovasi, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dalam pengembangan ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas. (Kontributor: Munjayati).