Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM Bekali Akademisi dengan Teknik Model Hewan Coba Malaria

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Model Hewan Coba Malaria sebagai upaya meningkatkan kapasitas peneliti dalam mengembangkan riset penyakit infeksi yang berkualitas dan beretika. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026 ini diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari kalangan akademisi, meliputi dosen, dokter, dan teknisi laboratorium yang memiliki ketertarikan terhadap penelitian malaria dan pengembangan model hewan coba. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus pengalaman praktik untuk mendukung pelaksanaan penelitian sesuai standar ilmiah dan prinsip kesejahteraan hewan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi kuliah yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed., Sp.KKLP mengenai prinsip etika penggunaan hewan coba. Dalam pemaparannya, Prof. Eti menegaskan bahwa setiap penelitian yang melibatkan hewan harus mengedepankan prinsip 3R (Replacement, Reduction, dan Refinement) sebagai pedoman utama. Prinsip tersebut bertujuan untuk memastikan kesejahteraan hewan (animal welfare) tetap terjaga sekaligus menghasilkan penelitian yang memiliki validitas ilmiah tinggi dan memenuhi kaidah etik penelitian.

Selain membahas aspek etik, peserta juga memperoleh materi mengenai dasar-dasar penelitian malaria eksperimental. Prof. Eti menjelaskan bahwa penelitian malaria memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, penemuan kandidat obat baru, serta penyusunan strategi pengendalian penyakit malaria. Pemahaman mengenai karakteristik parasit penyebab malaria menjadi salah satu bekal penting bagi peneliti dalam mengembangkan model penelitian yang tepat.

Dalam sesi tersebut dijelaskan pula siklus hidup Plasmodium, khususnya Plasmodium berghei, yang umum digunakan sebagai model penelitian malaria pada hewan coba. Peserta dikenalkan dengan tiga pendekatan utama dalam penelitian malaria, yaitu penelitian in vitro menggunakan kultur sel sebagai tahap awal skrining, penelitian ex vivo yang memanfaatkan sampel biologis dari lapangan, serta penelitian in vivo menggunakan hewan coba untuk mengevaluasi respons biologis secara menyeluruh.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktikum yang dipandu oleh Dr. drh. Pamungkas Bagus Satriyo, Ph.D., bersama tim teknisi laboratorium. Dalam sesi praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik handling dan restrain mencit sesuai prosedur yang benar. Selain itu, peserta mempraktikkan pemberian obat secara oral, pengambilan sampel darah melalui vena ekor maupun jantung, serta teknik injeksi intraperitoneal yang umum digunakan dalam penelitian malaria eksperimental.

Pendampingan secara intensif selama praktikum memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami setiap tahapan prosedur laboratorium secara lebih mendalam. Seluruh praktik dilaksanakan sesuai standar operasional laboratorium dengan tetap memperhatikan aspek biosafety dan kesejahteraan hewan. Melalui pendekatan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik-teknik tersebut secara tepat dalam penelitian masing-masing.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian untuk mendukung pengembangan pencegahan dan terapi penyakit malaria. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kompetensi akademisi dan tenaga laboratorium melalui pelatihan berbasis teori dan praktik. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas riset biomedis dan pengembangan inovasi penelitian kesehatan. Kolaborasi antara dosen, peneliti, dan tenaga laboratorium dalam kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Mosa Rini Nurul Hidayati).