FK-KMK UGM Perkuat Pemberdayaan Keluarga Anak dengan Sindrom Down melalui Pelatihan Branding

FK-KMK UGM. Tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Fisiologi berkolaborasi dengan Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Branding & Human Sociopreneur”. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di FK-KMK UGM ini mengangkat tema pendekatan keluarga dalam program inklusif promosi kesehatan dan human sociopreneur untuk pemberdayaan anak dengan sindrom Down.

Kegiatan ini melibatkan dosen lintas bidang keilmuan, yakni dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP.; Dr. Lulus Hardiyanti, Sp.KFR-K; Rr. Tur Nastiti, S.E., M.Sc., Ph.D.; Aprilia Beta Suandi, S.E., M.Ec., Ph.D.; Alia Bihrijhant Raya, S.P., M.P., Ph.D.; dan Dr. Ishadiyanto Salim. Pelaksanaan program turut didukung oleh Siti Nurjanah, S.Pd.SD., dari PIK POTADS Yogyakarta, serta Yeni Yuliati, S.P., M.Sc. sebagai mitra pendukung.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran keluarga dalam mendampingi anak dengan sindrom Down sekaligus membuka ruang pengembangan potensi komunitas melalui pendekatan kewirausahaan sosial yang berorientasi pada kemanusiaan dan inklusi. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali kebutuhan anak, mendukung proses perkembangannya, serta memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam lingkungan sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan orientasi program oleh dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP. Sesi ini memberikan pengantar mengenai arah dan tujuan program pemberdayaan yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, Alia Bihrijhant Raya, S.P., M.P., Ph.D., menyampaikan materi mengenai pendampingan berbasis family-centered dan pemasaran. Pendekatan yang berpusat pada keluarga menempatkan keluarga sebagai bagian utama dalam proses pendampingan dan pengambilan keputusan, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta potensi masing-masing anak.

Materi pemasaran memberikan pemahaman mengenai cara memperkenalkan produk maupun kegiatan komunitas kepada masyarakat yang lebih luas. Keterampilan tersebut menjadi relevan ketika komunitas ingin mengembangkan kegiatan produktif yang memiliki nilai sosial sekaligus berpeluang menciptakan kemandirian ekonomi.

Pelatihan juga membahas optimalisasi media sosial, storytelling, strategi branding, serta peran pendamping dalam proses rebranding. Materi tersebut difasilitasi oleh Tim Lentera Desa untuk membantu peserta memahami cara membangun identitas, menyampaikan cerita yang bermakna, dan memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan maupun produk komunitas. Media sosial dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan karya, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan memperkuat citra positif komunitas.

Melalui perpaduan materi pendampingan keluarga, pemasaran, dan penguatan identitas komunitas, peserta diharapkan dapat memperoleh bekal untuk mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Pendekatan human sociopreneur dalam pelatihan ini menempatkan nilai kemanusiaan dan dampak sosial sebagai bagian penting dari pengembangan usaha. Dengan demikian, kegiatan produktif tidak hanya diarahkan pada aspek ekonomi, tetapi juga pada terciptanya ruang partisipasi yang lebih inklusif bagi anak dengan sindrom Down dan keluarganya.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap promosi kesehatan dan kesejahteraan anak beserta keluarganya. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas dan kesempatan belajar bagi orang tua serta pendamping. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan pemasaran dan kewirausahaan sosial, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan komunitas yang inklusif. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).