Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan melalui BAKTI-TB Tahap 2

FK-KMK UGM. Departemen Mikrobiologi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program BAKTI-TB (Bangun Kompetensi Tenaga Kesehatan Indonesia untuk Tuberkulosis) Tahap 2 di Puskesmas Tepus II, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan tuberkulosis (TB).

Program BAKTI-TB merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didukung melalui Hibah Abdimas Terintegrasi FK-KMK UGM. Pelaksanaan tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dengan pendampingan yang lebih terarah bersama Puskesmas Tepus II. Melalui kesinambungan program, tim berupaya mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan pelayanan kesehatan sehari-hari, sekaligus membuka ruang untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam pengendalian TB.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari tim BAKTI-TB yang diwakili oleh Prof. Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., Sp.MK(K), selaku Wakil Dekan FK-KMK UGM. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Wanda Abrar, M.P.H., serta Kepala Puskesmas Tepus II, dr. Devi Wardoyo, MMB. Kehadiran perwakilan perguruan tinggi, dinas kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama lintas institusi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan TB.

Sesi materi diisi oleh Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D., Sp.MK(K), yang menyampaikan pembahasan mengenai diagnosis tuberkulosis menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta penanganan dan transportasi spesimen. Materi ini menekankan pentingnya prosedur penanganan spesimen yang tepat agar proses pemeriksaan berjalan sesuai ketentuan dan dapat mendukung keakuratan hasil diagnosis. Pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian pelayanan TB, karena mutu pemeriksaan laboratorium turut berperan dalam mendukung penegakan diagnosis dan penentuan tindak lanjut pasien.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas: Evaluasi Kendala dan Kebutuhan Tindak Lanjut”. Diskusi dipandu oleh Dr. dr. R. Ludhang Pradipta M. Biotech., Sp.MK(K). Melalui sesi ini, peserta membahas berbagai kendala dalam pelayanan TB di puskesmas, mengevaluasi kebutuhan yang masih perlu diperkuat, serta mengidentifikasi peluang tindak lanjut yang dapat dikembangkan bersama.

Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui penyegaran keterampilan laboratorium bagi tenaga laboratorium Puskesmas Tepus II. Tim laboran TB Departemen Mikrobiologi FK-KMK UGM, yaitu Linda Oktabriana, A.Md., S.Si., dan Edo Ermanda R., A.Md. AK, memandu demonstrasi serta evaluasi prosedur pewarnaan Ziehl-Neelsen (ZN). Metode pewarnaan ini digunakan dalam pemeriksaan mikroskopis untuk membantu mendeteksi basil tahan asam (BTA).

Sebagai bagian dari transfer teknologi, tim BAKTI-TB menyerahkan rak pengecatan yang sesuai dengan standar keselamatan hayati (biosafety) dan set pewarnaan Ziehl-Neelsen kepada Puskesmas Tepus II. Dukungan peralatan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pemeriksaan laboratorium sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan TB di fasilitas kesehatan tersebut. Penyerahan sarana dilakukan bersama pembahasan hasil evaluasi dan rencana tindak lanjut agar penguatan kompetensi yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan mutu pelayanan tuberculosis. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran, diskusi, dan praktik laboratorium. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FK-KMK UGM, dinas kesehatan, dan Puskesmas Tepus II. (Kontributor: Erni; Ayu).