FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) melaksanakan kunjungan lokasi, koordinasi awal penelitian, dan diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di RSUD Panti Nugroho Purbalingga dan RSIA Ummu Hani, Kabupaten Purbalingga, pada 21–22 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk “A Context-Adapted Quality Improvement Intervention in Peripartum Care: Rationalizing Prophylactic Antibiotic Use in Indonesia” yang bertujuan mendorong peningkatan mutu pelayanan peripartum melalui penggunaan antibiotik profilaksis secara rasional.
Tim peneliti terdiri atas dr. Pramudita Putri Dyatmika Mandegani, MPH, SpOG, selaku ketua peneliti; Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH, Ph.D., Sp.OG, Subsp.K.Fm, sebagai anggota tim peneliti; serta Rr Nindi Khoirunisa Azis, S.Tr.Keb, MPH, sebagai asisten peneliti. Keterlibatan tim dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses awal penelitian, terutama untuk memahami praktik pelayanan yang berlangsung di lapangan sebelum intervensi peningkatan mutu dikembangkan dan diterapkan.
Penelitian ini berangkat dari tantangan penggunaan antibiotik profilaksis yang tidak tepat pada persalinan pervaginam tanpa komplikasi. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai indikasi dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR), menambah biaya pelayanan kesehatan, serta menyebabkan pasien terpapar antibiotik yang sebenarnya tidak diperlukan.
Pada 21 Oktober 2026, tim peneliti mengunjungi RSUD Panti Nugroho Purbalingga dan RSIA Ummu Hani untuk memahami alur pelayanan persalinan, praktik penggunaan antibiotik, serta kesiapan masing-masing fasilitas dalam mendukung pelaksanaan penelitian. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melakukan koordinasi awal, menyamakan pemahaman mengenai tujuan penelitian, dan membahas pembagian peran serta mekanisme pelaksanaan kegiatan.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada 22 Oktober 2026 melalui pelaksanaan FGD di kedua rumah sakit. Diskusi ini difokuskan pada pola penggunaan antibiotik dalam pelayanan peripartum, kesesuaian pemberian antibiotik dengan indikasi klinis, serta hambatan yang dihadapi tenaga kesehatan dalam menerapkan praktik penggunaan antibiotik yang rasional.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya meningkatkan mutu pelayanan persalinan dan mendorong penggunaan antibiotik secara rasional. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif bagi tenaga kesehatan, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan intervensi peningkatan mutu berbasis bukti, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara PKKA-PRO FK-KMK UGM dan rumah sakit mitra. (Kontributor: Soraya Isfandiary, Dhimas Sholikhul Huda.).



