Penelitian FK-KMK UGM Ungkap Potensi Minyak Sacha Inchi dalam Menekan Trigliserida Hati

FK-KMK UGM. Staf Departemen Biokimia, Dr. Dianandha Septiana Rubi, S.Gz., M.Sc., dr. Arta Farmawati, Ph.D., dan Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes., melakukan penelitian untuk mengkaji potensi minyak sacha inchi dalam menekan akumulasi trigliserida di hati. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2026 dalam jurnal Functional Food Science tersebut berjudul “Sacha Inchi Oil Suppresses Hepatic Triglyceride Synthesis through Downregulation of Lipogenic Gene Expression in Rats with High-Fat and High-Fructose Intake”, dengan DOI https://doi.org/10.31989/ffs.v6i3.1901.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh minyak sacha inchi terhadap metabolisme lemak hati serta mekanisme molekuler yang berkaitan dengan pembentukan trigliserida pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Minyak sacha inchi merupakan bahan pangan nabati yang kaya akan asam lemak tidak jenuh ganda. Kandungan tersebut menarik untuk diteliti karena berkaitan dengan metabolisme lipid, termasuk proses pembentukan dan penyimpanan lemak di dalam tubuh.

Dalam konteks kesehatan hati, penumpukan trigliserida menjadi salah satu karakteristik penting gangguan metabolisme. Karena itu, pemahaman mengenai mekanisme sintesis trigliserida diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan tentang berbagai pendekatan yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik. Untuk menguji potensi tersebut, peneliti menggunakan tikus yang dibagi ke dalam kelompok kontrol normal, kelompok dengan pemberian pakan tinggi lemak dan fruktosa, serta kelompok yang menerima pakan serupa dengan tambahan minyak sacha inchi pada tiga dosis berbeda.

Perlakuan berlangsung selama delapan minggu. Setelah periode tersebut selesai, peneliti mengevaluasi kadar trigliserida hati, mengamati gambaran histologi jaringan hati, dan menganalisis ekspresi gen serta protein yang berperan dalam sintesis lemak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tikus yang menerima pakan tinggi lemak dan fruktosa memiliki kadar trigliserida hati lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol normal. Sebaliknya, kelompok yang memperoleh suplementasi minyak sacha inchi menunjukkan kadar trigliserida hati lebih rendah daripada kelompok yang tidak menerima suplementasi. Temuan ini menunjukkan adanya potensi minyak sacha inchi dalam memengaruhi proses penumpukan lemak di hati pada model hewan yang digunakan.

Analisis molekuler memberikan gambaran lebih lanjut mengenai mekanisme yang mungkin mendasari hasil tersebut. Peneliti menemukan perubahan ekspresi sejumlah gen yang terlibat dalam pembentukan asam lemak, yakni Chrebp, Acc1, dan Fas. Selain itu, kadar protein DGAT2, yang berperan dalam sintesis trigliserida, juga mengalami penurunan. Perubahan tersebut mengindikasikan bahwa pengaruh minyak sacha inchi tidak hanya terlihat pada kadar trigliserida hati, tetapi juga berkaitan dengan regulasi jalur molekuler yang terlibat dalam pembentukan dan penyimpanan lemak.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui eksplorasi potensi bahan pangan nabati untuk mendukung diversifikasi pangan. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pengetahuan tentang metabolisme lipid dan kesehatan hati. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui kontribusinya terhadap pengembangan ilmu biokimia, nutrisi, dan pangan fungsional. (Kontributor: Dr. Dianandha Septiana Rubi, S.Gz., M.Sc.).