FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi menyelenggarakan kuliah pakar bertajuk “The Evolving Role of Fertility-Sparing Treatment in Gynecologic Cancer” untuk memperluas pemahaman mengenai pilihan penanganan kanker ginekologi yang mempertimbangkan fungsi reproduksi pasien. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, ini dilaksanakan secara hybrid di Gedung Tahir Sayap Utara FK-KMK UGM dan melalui Zoom Meeting, dengan menghadirkan empat narasumber serta dipandu oleh Prof. Dr. dr. Heru Pradjatmo, Sp.OG., Subsp. Onk., M.Kes.
Diagnosis kanker ginekologi dapat menghadirkan tantangan tersendiri bagi perempuan, terutama bagi pasien yang masih memiliki keinginan untuk mempunyai keturunan. Dalam kondisi tertentu, perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan dokter mempertimbangkan pendekatan terapi yang berupaya mempertahankan fungsi reproduksi tanpa mengabaikan keselamatan pasien maupun efektivitas pengobatan kanker.
Dalam kuliah pakar tersebut, Dr. dr. Ardhanu Kusumanto, Sp.OG., Subsp. Onk., membahas pilihan penanganan pada kanker serviks stadium awal. Pembahasan ini memberikan gambaran mengenai pentingnya mempertimbangkan karakteristik penyakit dan kondisi klinis pasien dalam menentukan terapi. Pemilihan pendekatan yang tepat memerlukan penilaian medis secara menyeluruh agar upaya mempertahankan kesuburan tetap sejalan dengan tujuan utama pengobatan, yaitu mengendalikan penyakit dan menjaga keselamatan pasien.
Selanjutnya, Dr. dr. Addin Trirahmanto, Sp.OG., Subsp. Onk., mengulas pendekatan konservatif pada kanker endometrium stadium awal. Pada kondisi tertentu, pilihan terapi perlu ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat penyakit, karakteristik pasien, serta manfaat dan risiko setiap tindakan. Oleh karena itu, pendekatan konservatif tidak dapat diterapkan secara seragam kepada seluruh pasien, melainkan memerlukan seleksi dan evaluasi klinis yang cermat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.OG., Subsp. Onk., yang membahas tindakan bedah untuk tumor ovarium borderline dan kanker ovarium stadium awal tertentu. Pembahasan ini menyoroti pentingnya menentukan tindakan berdasarkan jenis dan karakteristik tumor serta kondisi pasien. Sementara itu, dr. Muhammad Ary Zucha, Ph.D., Sp.OG., Subsp. Onk., membahas pilihan terapi pada neoplasia trofoblastik gestasional dengan mempertimbangkan aspek reproduksi.
Kuliah pakar ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi tenaga kesehatan, sivitas akademika, dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi untuk memperbarui pengetahuan serta memperkuat kompetensi di bidang onkologi ginekologi. Pertukaran wawasan antara narasumber dan peserta diharapkan dapat mendukung pemahaman klinis yang lebih komprehensif dalam menghadapi kasus-kasus yang membutuhkan pertimbangan antara pengobatan kanker dan kebutuhan reproduksi pasien.
Melalui kegiatan ini, Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM terus mendorong pengembangan ilmu dan pelayanan kesehatan yang memperhatikan keselamatan serta kebutuhan pasien secara menyeluruh. Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan tentang penanganan kanker yang aman dan berkualitas. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga kesehatan dan peserta didik. (Kontributor: Munjayati).



