Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM Kembangkan Soft Skills Mahasiswa melalui Outbound

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan kegiatan outbound mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan nonakademik, memperkuat kerja sama, dan membangun kebersamaan antarmahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Wisdom Park UGM ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2025 semester genap dan angkatan 2026 semester gasal sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah wajib Soft Skill Pengembangan Diri.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Biomedik, dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pengembangan soft skills sebagai bekal bagi mahasiswa selama menjalani pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja. Kemampuan akademik perlu diimbangi dengan keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinteraksi secara efektif agar mahasiswa mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, outbound memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah keterampilan tersebut melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas. Berbagai aktivitas kelompok yang interaktif dirancang untuk mendorong partisipasi aktif, membangun kekompakan, serta melatih kemampuan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Selain mengembangkan kerja sama, kegiatan outbound menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan membangun hubungan interpersonal. Dalam proses pendidikan pascasarjana, mahasiswa memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Nilai-nilai seperti kepemimpinan, sikap saling menghargai, dan penyelesaian masalah secara bersama-sama juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Ketika menghadapi tantangan dalam aktivitas kelompok, mahasiswa berkesempatan melatih kemampuan menyampaikan gagasan, mendengarkan pendapat orang lain, dan menentukan langkah bersama.

Pengembangan soft skills memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi. Keterampilan interpersonal yang baik dapat membantu mahasiswa membangun komunikasi yang efektif, bekerja dalam tim dengan latar belakang beragam, serta menghadapi persoalan secara konstruktif.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan soft skills sebagai bagian dari pembelajaran holistik. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui pembentukan lingkungan belajar yang inklusif dan kolaboratif, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan komunikasi dan sikap saling menghargai, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui peningkatan kolaborasi dan jejaring antarmahasiswa. (Kontributor: Dina Laksita Yulianingrum).