PKKA-PRO FK-KMK UGM Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pharmametrics Laboratories untuk Perkuat Riset Kesehatan

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) menerima kunjungan Pharmametrics Laboratories untuk menjajaki peluang kolaborasi strategis antara akademisi dan industri dalam pengembangan penelitian kesehatan, khususnya riset klinis. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) ini menjadi langkah awal pembahasan pembentukan advisory board atau dewan penasihat bagi Pharmametrics Laboratories, perusahaan Contract Research Organization (CRO) yang merupakan bagian dari Kalbe Group.

Dalam pertemuan tersebut, Pharmametrics Laboratories secara resmi mengajukan permohonan kepada Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., untuk berperan sebagai penasihat. Keterlibatan akademisi dengan kepakaran di bidang penelitian kesehatan diharapkan dapat memberikan perspektif ilmiah dan masukan strategis bagi pengembangan layanan perusahaan. Peran tersebut juga berpotensi mendukung penguatan standar pelaksanaan uji klinis serta pengembangan riset medis yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Penjajakan kerja sama ini mencerminkan pentingnya hubungan yang saling mendukung antara perguruan tinggi dan industri. Institusi akademik memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kepakaran, sedangkan industri penelitian klinis berperan dalam mendukung penerapan pengetahuan tersebut dalam proses penelitian.

Penguatan kapasitas penelitian klinis menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ilmu kedokteran dan kesehatan. Penelitian yang dilaksanakan dengan metode yang tepat, tata kelola yang baik, serta standar mutu yang terjaga dapat mendukung tersedianya bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks ini, kolaborasi antara PKKA-PRO FK-KMK UGM dan Pharmametrics Laboratories diharapkan dapat mendorong pengembangan praktik penelitian yang semakin berkualitas sekaligus memperluas kontribusi kepakaran akademik dalam kegiatan riset industri.

Selain membuka peluang pengembangan layanan CRO, penjajakan ini juga menegaskan pentingnya keterlibatan akademisi dalam menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan penelitian di lapangan. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat memperkaya perspektif kedua pihak dalam merancang pendekatan penelitian yang relevan, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hasil riset.

Inisiatif ini turut memperlihatkan peluang integrasi antara pengembangan keilmuan, pembelajaran berbasis riset, dan penerapan hasil penelitian dalam industri kesehatan. Keterlibatan pakar akademik dalam lingkungan penelitian klinis dapat menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta mendorong pemanfaatan perkembangan ilmu pengetahuan dalam praktik penelitian.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap penguatan kualitas penelitian kesehatan dan riset klinis. SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan kepakaran akademik dalam pengembangan riset. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penjajakan penguatan kapasitas industri penelitian klinis. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri kesehatan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).