FK-KMK UGM Kembangkan Scaffold dan Sel Punca untuk Mendukung Regenerasi pada Cedera Medula Spinalis

FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama tim peneliti memublikasikan hasil penelitian di jurnal Asian Spine Journal tahun 2026 dengan judul “Neuronal regeneration with novel polyvinyl alcohol/chitosan scaffold and stem cells in canine spinal cord injury model: from development to animal studies” dan DOI 10.31616/asj.2024.0536.

Penelitian tersebut melibatkan dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.O.T.Subsp.O.T.B(K), dr. Rusdy Ghazali Malueka, Ph.D., Sp.N., Subsp.N.Onk(K), dr. Ery Kus Dwianingsih, Ph.D., Sp.PA(K), Dr. dr. Rahadyan Magetsari, Sp.O.T.Subsp.Onk.Ort.R(K), Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B. Subsp. Onk (K), dr. Emir Riandika Samyudia, dr. Deas Makalingga Emiri, serta dr. Wilhelmina Wilma Wijaya.

Penelitian yang dilakukan mengembangkan scaffold berbasis polyvinyl alcohol/chitosan (PVA/CS) yang dikombinasikan dengan sel punca mesenkimal asal tali pusat atau umbilical cord mesenchymal stem cells (UC-MSCs) sebagai pendekatan regeneratif untuk cedera medula spinalis atau spinal cord injury (SCI). Penelitian yang dilakukan menggunakan model hewan anjing ini bertujuan menilai potensi kombinasi scaffold dan sel punca dalam mendukung perbaikan fungsi motorik serta regenerasi jaringan setelah cedera medula spinalis.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan model hewan anjing yang mengalami cedera medula spinalis. Seluruh hewan diamati selama 56 hari untuk melihat perkembangan kondisi setelah intervensi. Evaluasi fungsi motorik dilakukan menggunakan skor canine Basso–Beattie–Bresnahan (BBB), sedangkan perubahan pada jaringan medula spinalis diperiksa melalui pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dan Luxol fast blue (LFB).

Hasil karakterisasi terhadap scaffold menunjukkan bahwa material PVA/CS memiliki kekuatan mekanis dan biokompatibilitas yang baik. Karakteristik tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan scaffold karena material yang digunakan perlu mampu memberikan dukungan struktural sekaligus dapat diterima oleh lingkungan jaringan.

Pada evaluasi fungsi motorik, kelompok yang mendapatkan kombinasi intervensi menunjukkan perbaikan yang signifikan dibandingkan kelompok lainnya. Kelompok SC memiliki perbedaan yang bermakna secara statistik dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai p=0,037 dan dibandingkan kelompok yang hanya menerima intervensi mekanis dengan nilai p=0,012. Temuan tersebut menunjukkan adanya potensi manfaat kombinasi scaffold PVA/CS dan UC-MSCs dalam mendukung pemulihan fungsi motorik pada model SCI yang digunakan dalam penelitian.

Hasil pemeriksaan histopatologi turut memperkuat temuan tersebut. Jaringan medula spinalis pada kelompok terapi kombinasi menunjukkan perdarahan dan demielinisasi yang lebih rendah. Pemeriksaan ini memberikan gambaran mengenai perubahan jaringan setelah intervensi sekaligus mendukung hasil evaluasi fungsi motorik yang diperoleh selama masa pengamatan.

Pengembangan terapi ini menggunakan prinsip Diamond Concept, yaitu pendekatan yang menggabungkan sejumlah komponen untuk mendukung proses regenerasi jaringan. Dalam penelitian ini, scaffold PVA/CS dan sel punca digunakan sebagai bagian dari pendekatan tersebut untuk mengeksplorasi kemungkinan pemulihan jaringan saraf setelah cedera medula spinalis.

Kegiatan penelitian ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pendekatan regeneratif untuk mendukung pemulihan setelah cedera medula spinalis. SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan scaffold PVA/CS dan pemanfaatan sel punca sebagai inovasi dalam terapi regeneratif. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multidisiplin dari berbagai bidang di FK-KMK UGM dalam menghasilkan bukti ilmiah mengenai pengembangan terapi cedera medula spinalis. (Kontributor: dr. Yudha Mathan Sakti dkk.)