FK-KMK UGM. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-KMK UGM bersama RSUP Dr. Sardjito dan SAC Active Series menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Volume 2 dalam gerakan edukasi “Pelari Jaga Pelari” di Tetra Coffee & Eatery, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, tersebut menjadi kelanjutan edukasi kegawatdaruratan bagi komunitas pelari dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesiapan memberikan pertolongan awal ketika terjadi kondisi darurat saat berolahraga.
Gerakan “Pelari Jaga Pelari” diwadahi oleh Anestesi Edukasi Emergensi untuk Masyarakat (ADEM) UGM dan diinisiasi oleh dr. Tirta Mandira Hudhi, M.B.A., dr. M. Agi Ramadhani Gustisiya, Sp.JP, FIHA, serta dr. Muhammad Yogi Prandani, Sp.An-TI. Inisiatif tersebut berangkat dari kondisi di lapangan bahwa kegawatdaruratan, seperti henti jantung mendadak maupun heatstroke, dapat terjadi kapan saja selama aktivitas olahraga.
Dalam situasi tersebut, orang-orang yang berada di sekitar korban menjadi bagian penting dari rantai pertolongan. Sesama pelari, pacer, marshal, hingga panitia dapat menjadi penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Karena itu, kemampuan masyarakat awam dalam mengenali kondisi darurat dan memberikan pertolongan awal menjadi keterampilan yang penting untuk diperkenalkan secara lebih luas.
“Pelatihan BHD bagi masyarakat awam sangat penting karena dalam kasus henti jantung, respons cepat dari bystander berperan besar dalam menentukan keselamatan korban. Oleh karena itu, BHD tidak hanya harus dikuasai oleh medical officer, tetapi juga oleh semua orang,” ujar dr. M. Agi Ramadhani Gustisiya, Sp.JP, FIHA.
Pelatihan Volume 2 dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan aktivitas komunitas pelari. Kegiatan diawali dengan social run sejauh 5 kilometer, kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan kondisi darurat. Setelah menyelesaikan lari, sebanyak 45 peserta dari SAC Running Club dan masyarakat umum mengikuti praktik BHD menggunakan manekin.
Dalam sesi praktik, peserta didampingi oleh tim dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) serta dokter spesialis yang juga aktif dalam kegiatan lari. Peserta mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenali korban yang tidak responsif, mengaktifkan panggilan darurat, serta melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan teknik kompresi dada yang tepat.
Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan simulasi penggunaan Automated External Defibrillator (AED). Rangkaian praktik tersebut dirancang agar peserta tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi memiliki gambaran mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan seseorang dalam kondisi kegawatdaruratan.
Kegiatan Volume 2 melanjutkan fondasi yang telah dibangun pada pelatihan sebelumnya. Volume 1 “Pelari Jaga Pelari” dilaksanakan di Ruang Kuliah Radiopoetro FK-KMK UGM pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dan diikuti oleh 45 peserta. Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teori BHD dari Dr. dr. Akhmad Yun Jufan, Sp.An-TI, Subsp. TI (K), dr. Anjangsari, Sp.An-TI, dr. Nashiruddin, Sp.An-TI, dan tim medis.
Selain pembelajaran mengenai BHD, Volume 1 juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu peserta mengetahui kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas olahraga dengan intensitas yang lebih berat.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi kegawatdaruratan dapat disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian masyarakat. Melalui olahraga dan praktik langsung, peserta diajak memahami bahwa keselamatan di lintasan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat “Pelari Jaga Pelari” tidak berhenti ketika aktivitas lari selesai, tetapi berlanjut pada kesiapan untuk saling memberikan pertolongan ketika menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi BHD untuk mendukung respons cepat terhadap kegawatdaruratan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran keterampilan pertolongan dasar yang praktis bagi masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FK-KMK UGM, rumah sakit, tenaga medis, komunitas olahraga, dan masyarakat. (Kontributor: Nashiruddin, Irham Hanafi, Gilar, Fiandila Elvana, Hendro).



