…..Barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia memelihara kehidupan seluruh manusia (QS. Al-Mā’idah: 32)
Pendahuluan
Alhamdulillah…sungguh segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, ilmu, kesehatan, dan kesempatan untuk terus belajar hingga hari ini. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam pendidikan, akhlak, dan peradaban ilmu yang selalu up to date.
Kita hidup pada zaman yang luar biasa. Ilmu berkembang sangat cepat. Teknologi memudahkan manusia belajar dari mana saja. Namun di balik kemajuan itu, muncul tantangan besar: (a) sopan santun mulai menurun,(b) waktu banyak habis untuk scrolling dan video hiburan, (c) budaya malas bergerak meningkat, (d) pola makan berlebihan, (e) konsumsi minuman manis meningkat, (f) obesitas makin banyak, (g) hipertensi muncul di usia muda, (h) penyakit jantung koroner dan stroke meningkat, (1) bahkan mati mendadak sering terjadi, dll. Ironisnya, semua ini terjadi justru di lingkungan pendidikan dan kesehatan. Padahal Allah telah mengangkat derajat orang berilmu. Allah berfirman: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”(QS. Al-Mujadilah: 11). Seharusnya ilmu bukan sekadar gelar, indeks prestasi, atau jabatan/ gelar tinggi lainnya. Ilmu idealnya melahirkan: (a) adab, (b) kedisiplinan, (c) kesehatan, (d) manfaat, dan (e) ketakwaan.
Pembahasan
Islam sangat mengutamakan Pendidikan, karena ALLAH SWT adalah Maha Pendidik alam semesta dan isinya. Dan semua Nabi/Rasul misi utamanya adalah pendidikan yang utuh manusia (aspek biopsikososiospiritual) dari gelap ke terang, modulnya akan membawa sukses lahir batin di dunia berlanjut akhirat bukan hanya diri pribadi tetapi juga bagi sekitarnya.
Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Ilmu.
Rasulullah SAW bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter. Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (HR. Ahmad no. 8952). Namun secara sekilas hari ini kita melihat ada dan tidak sedikit yang: mahasiswa pintar tetapi kurang sopan, dosen hebat tetapi mudah marah, tenaga kesehatan ahli tetapi kurang empati, dan orang berpendidikan tetapi tidak disiplin menjaga kesehatan. Padahal inti pendidikan dalam Islam adalah: ilmu + adab + amal. Ulama besar Imam Malik rahimahullah pernah berkata: Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu.
Tantangan Pendidikan Masa Kini
Diakui bahwa Pendidikan masa kini memiliki tantangan besar, diantaranya:
A. Kecanduan Hiburan Digital, banyak waktu habis untuk: (a) video pendek, (b) scrolling media sosial, (c) game, (d) hiburan tanpa batas. Sedikit demi sedikit: (a) fokus menurun, (b) konsentrasi rusak,(c) produktivitas turun, (d) ibadah terganggu. Allah SWT mengingatkan: Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian… ( QS. Al-‘Ashr: 1–2). Waktu adalah amanah. Kita semua mahasiswa, dosen, tenaga pendidik FK KMK UGM dan RS jejaring semuanya akan dimintai pertanggungjawaban atas waktu.
B. Budaya (?) Santai Berlebihan, Santai/hiburan boleh, tetapi jika hidup hanya: rebahan, nongkrong, jajan terus, kopi manis berlebihan, begadang, kurang tidur, kurang olahraga, maka tubuh menjadi lemah. Rasulullah SAW bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim no. 2664) Kuat di sini: iman, ilmu, mental, fisik, disiplin,dan produktivitas.
Dampak Gaya Hidup Modern
A. Obesitas, ini bukan sekadar masalah penampilan, tapi keadaan yang meningkatkan
risiko: diabetes, hipertensi, stroke, sleep apnea, penyakit jantung coroner, kanker, dll.
Hari ini banyak anak muda: lingkar perut besar, kurang gerak, tidur buruk, makan ultra
processed food, minuman tinggi gula.Rasulullah SAW mengingatkan: Tidaklah anak
Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya (HR. Tirmidzi no. 2380 –
hasan shahih), Islam mengajarkan makan secukupnya.
B. Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner dan Stroke
Banyak orang terlihat sehat tetapi: tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, stres berat, kurang tidur, merokok, kurang olahraga. Lalu tiba-tiba (Na’udzubillahi min dzalik): serangan jantung, stroke, mati mendadak…Kadang usia masih muda.
Allah berfirman: Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan (QS. Al-Baqarah: 195).Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Pendidikan yang Efektif dan Menyenangkan Pembaca yang budiman… pendidikan modern tidak cukup hanya ceramah satu arah. Pendidikan idealnya: membangun semangat, memberi keteladanan, interaktif, relevan, menyenangkan, tetapi tetap disiplin. Rasulullah SAW mendidik dengan: dialog, kasih sayang, contoh nyata, humor yang santun, pengulangan, dan motivasi selama 24 jam selama hidupnya dengan contoh nyata. Untuk memudahkan mengingat penulis sajikan Strategi Pendidikan Islami Modern) dengan akronim SATE (Probosuseno,
S — Senangi, Senangkan , Sehatkan , Santun dan Spiritual…. Salah satu menempatkan anak didik seolah keluarga sendiri, berusaha dalam mentransfer ilmu dengan multimedia, multi metoda agar anak didik cerdas yang utuh dan dalam Langkah ini menjaga Kesehatan anak didik serta siapapun yang terlibat, Namun demikian adap (akhlaq) seharusnya baik., karena itu perlu terus pembinaan akhkaq yang berbasis agama yang mulia. Ilmu tanpa adab berbahaya. Seluruh civitas academika dan RS/ Klinik jejaring harus saling hormat menghormati mahasiswa, dosen, orang tua, tenaga administrasi, pasien, teman, satpam, tenaga kebersihan, dll. Allah berfirman: Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman (QS. Al-Hijr: 88). Budaya kasar (verbal dan motorik) di kampus & rumah sakit harus dihentikan.
A — Aktif dan Adaptif…Belajar tidak boleh pasif. Mahasiswa harus: aktif membaca, berdiskusi, berpikir kritis, berorganisasi, meneliti, menjaga kesehatan fisik. Aktif bergerak juga penting untuk kesehatan. Tidak hanya duduk: kuliah, belajar, lalu rebahan.
T — Terprogram, Terus menerus, Tepat Teknologi & Tertib waktu
Tidak pernah menyerah , memiliki kurikulum dengan target jelas, penhggunaan teknologi yang ytepat serta tertib waktu (disiplin) bisa menjadi: alat kemajuan, atau sumber kemunduran. Gadget untuk: belajar, riset, dakwah,dan produktivitas. Batasi: scrolling tidak penting, tontonan berlebihan, begadang tanpa manfaat. Rasulullah SAW bersabda: Dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari no. 6412)
E — Empati, Enerjik, Empowerment dan Edukasi Sehat…
Tenaga kesehatan harus punya empati dan pandai menggunakan seluruh sumber daya bukan hanya mengobati, tetapi mendidik masyarakat…dan semua itu dimulai dari diri sendiri: makan sehat, olahraga, tidur cukup, tidak merokok dan menjaga mental. Karena keteladanan lebih kuat daripada teori.
Kampus Sehat, Mempesona penuh Keteladanan
Fakultas kedokteran seharusnya menjadi teladan. Tidak terbayangkan bila kampus: bebas rokok, budaya jalan kaki meningkat, kantin sehat, minim minuman manis, ada olahraga rutin, kajian rutin, saling menghormati, disiplin waktu, minim bullying. InshaAllah kampus menjadi tempat tumbuhnya: ilmuwan, dokter, profesor, tenaga kesehatan, sekaligus insan bertakwa. Mahasiswa belajar bukan hanya dari kuliah, tetapi dari contoh. Jika dosen: disiplin, santun, sehat, tepat waktu, rendah hati, maka mahasiswa akan meniru. Sebaliknya jika dosen: mudah marah, merokok, tidak sehat, tidak disiplin, maka pesan pendidikan menjadi lemah.
Rasulullah SAW adalah teladan utama. Allah berfirman: Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu (QS. Al-Ahzab: 21).
Banyak orang rajin bekerja tetapi lupa menjaga tubuh. Padahal tubuh adalah amanah. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu (HR. Bukhari) Karena itu: tidur cukup, olahraga, makan sehat, menjaga berat badan, mengelola stres, semua termasuk bagian dari syukur kepada Allah.
Tidak Menunda Kebaikan
Tidak sedikit orang berkata: “Nanti kalau sudah tua baru sehat… Nanti kalau sudah jadi orang top (kaya , pejabat tinggi, jabatan akademik tertinggi) baru tenang”.. “Nanti kalau sudah pensiun baru ibadah”… Padahal umur tidak ada yang tahu. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, hidupmu sebelum matimu (HR. Al-Hakim no. 7846)
Penutup
Semoga ALLAH SWT menganugerahi energi besar dan pertolongan untuk membangun pendidikan yang: cerdas, santun, sehat, produktif, menyenangkan, dan bernilai ibadah. Semoga ALLAH SWT melindungi kita sehingga jangan sampai: gelar tinggi tetapi akhlak rendah, ilmu luas TETAPI tubuh rusak, karier hebat tetapi keluarga hancur, sibuk dunia tetapi lupa akhirat. Mari kita hidupkan budaya: hormat, disiplin, sehat, belajar sepanjang hayat, dan ketakwaan. Semoga kampus kita menjadi: pusat ilmu, pusat akhlak, pusat kesehatan, dan pusat keberkahan. Ya Allah…karuniakan kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang bersih, tubuh yang sehat, umur yang berkah, dan akhlak yang mulia. Jadikan kami pendidik dan pelajar yang ikhlas,serta jauhkan kami dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
———————————————————————————————————————————————-
Dr. dr. Probosuseno, SpPD, KGer, FINASIM , SE, MM, AIFO-K —saat ini staf di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK KMK UGM/ Klinik Geriatri RSUP Dr. Sardjito, Ketua Binrohis KORPRI RSUP Dr Sardjito dan Ketua Takmir masjid Asy Syifa’ RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Konsultan Rumah Lansia Sehat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta,