FK-KMK UGM. Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Amanda Putri Nadia, mengikuti Student Exchange Elective Exchange Program di Universiti Sains Malaysia (USM) untuk memperluas pengalaman akademik dan klinis dalam lingkungan pendidikan kedokteran internasional. Program yang berlangsung pada April–Mei 2026 tersebut dilaksanakan di Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM), dengan memberikan kesempatan kepada Amanda untuk mengikuti pembelajaran klinis, diskusi akademik, serta mengenal secara langsung sistem pelayanan kesehatan dan budaya akademik di Malaysia.
Selama mengikuti program, Amanda terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran klinis, seperti morning round dan clerking pasien. Ia juga memperoleh kesempatan melakukan observasi di ruang bersalin, kamar operasi, serta bangsal rawat inap. Berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk memahami proses evaluasi kondisi pasien, penatalaksanaan kasus, pengambilan keputusan klinis, hingga penerapan evidence-based medicine, khususnya dalam bidang obstetri dan ginekologi.
Selain mengikuti kegiatan di rumah sakit, Amanda juga berpartisipasi dalam kelas akademik dan diskusi kasus bersama mahasiswa Universiti Sains Malaysia. Interaksi tersebut memperkenalkannya pada pola pembelajaran mahasiswa kedokteran di lingkungan internasional yang aktif, mandiri, dan menekankan diskusi klinis. Proses bertukar pandangan dalam pembahasan kasus turut membantu Amanda mengembangkan kemampuan analisis serta menghubungkan pengetahuan teoritis dengan kondisi pasien yang dijumpai dalam praktik.
Program exchange juga memberikan pengalaman untuk mengenal sistem pelayanan kesehatan secara lebih dekat. Amanda dapat mengamati bagaimana pelayanan di rumah sakit pendidikan berlangsung dengan dukungan sistem yang terstruktur, disiplin kerja, komunikasi profesional, dan kolaborasi antarprofesi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan pasien tidak hanya ditentukan oleh kemampuan klinis, tetapi juga oleh koordinasi dan komunikasi yang baik di antara tenaga kesehatan.
Tantangan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran selama program berlangsung. Amanda menghadapi sistem kegiatan yang menuntut mahasiswa untuk lebih proaktif dalam mencari dan memanfaatkan kesempatan belajar. Jadwal yang cukup padat bersama mahasiswa tahun kelima USM juga menuntut kemampuan mengatur waktu, mempersiapkan diri, dan beradaptasi dengan ritme kegiatan akademik maupun klinis.
Pembelajaran yang diperoleh selama exchange juga mencakup pengembangan soft skills. Interaksi dengan mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam lingkungan multikultural memberikan ruang untuk melatih komunikasi profesional, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi terhadap perbedaan budaya, serta kemandirian. Kompetensi tersebut menjadi pelengkap penting bagi kemampuan akademik dan klinis seorang calon dokter.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pengalaman pembelajaran akademik dan klinis di lingkungan internasional. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan lintas institusi serta lintas negara. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).


