FK-KMK UGM Perkuat Surveilans Tifoid melalui Workshop Pemetaan Air Limbah Berbasis GIS

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) menyelenggarakan Wastewater Catchment Mapping and GIS Workshop sebagai bagian dari penelitian Environmental Surveillance for Typhoid Burden in Indonesia untuk memperkuat pengembangan surveilans penyakit berbasis air limbah dan teknologi geospasial di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 ini menghadirkan kolaborator internasional dari Novel-T Switzerland, yaitu Dr. Lukas von Tobel dan Sébastien Gélis, serta Billy Thurston dari Imperial College London.

Workshop juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Balai Pengelolaan Air Limbah dan Pengelolaan Jaringan Kawasan (PALPJK) DIY, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, Sekretariat Bersama Kartamantul, serta tim peneliti UGM. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pengembangan sistem surveilans air limbah berbasis Geographic Information System (GIS) sebagai pendekatan inovatif dalam pemantauan penyakit menular.

Penelitian ini dipimpin oleh Prof. dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., Ph.D., Sp.A., Subsp. Kardio selaku Ketua Peneliti, didampingi dr. Vicka Oktaria, MPH., Ph.D., FRSPH sebagai Wakil Ketua Peneliti. Pelaksanaan workshop turut didukung oleh tim peneliti PKKA-PRO FK-KMK UGM yang terdiri atas Rizka Dinari, S.Gz., MPH., apt. Shella Syafira Wijayanti, M.Sc., dr. Ilma Safira Baehaqi, Iskran Dwi Rahmanto, S.Geo., Bayu Adji Pratama, S.PWK., dan Achmad Dzaky Ramadhani, S.Mat. Kehadiran tim multidisiplin tersebut mencerminkan pentingnya sinergi berbagai bidang keilmuan dalam mengembangkan penelitian kesehatan masyarakat yang berbasis data.

Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi bersama pengelola sistem air limbah di Balai PALPJK DIY. Pada sesi ini, peserta membahas cakupan layanan IPAL Sewon, karakteristik jaringan perpipaan, hingga kebutuhan data spasial yang diperlukan dalam analisis wastewater surveillance. Berbagai masukan mengemuka mengenai pentingnya integrasi data pelanggan, data septic tank, serta batas wilayah administrasi untuk menghasilkan pemetaan populasi yang lebih akurat sebagai dasar pengambilan keputusan.

Pada hari kedua, peserta melaksanakan survei lapangan ke sejumlah lokasi, yakni IPAL Komunal Jaranan Lor, Manhole Tamanan (Sokowaten), dan Sungai Code. Bersama para kolaborator internasional, tim melakukan evaluasi terhadap lokasi-lokasi potensial untuk pengambilan sampel. Dr. Lukas von Tobel dan Sébastien Gélis memberikan rekomendasi teknis mengenai penentuan catchment area yang mampu merepresentasikan populasi secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, pengambilan sampel pada IPAL kawasan dinilai lebih representatif dibandingkan sungai maupun IPAL komunal karena mampu mencakup populasi yang lebih luas.

Workshop kemudian ditutup dengan Guest Lecture bertajuk “Geospatial Perspectives to Public Health and Pandemic Preparedness” yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Tahir FK-KMK UGM. Pada kesempatan tersebut, Lukas von Tobel menyampaikan materi “Mapping Health: A Geospatial Journey from Planning to Prevention”, sementara Anis Fuad, S.Ked., DEA membawakan topik “Geospatial Intelligence for Pandemic Preparedness”. Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Daniel, M.Sc. memberikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pencegahan penyakit, penguatan sistem surveilans, serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa mendatang.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan surveilans penyakit dan pengembangan kebijakan kesehatan berbasis bukti. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi geospasial dan inovasi surveilans air limbah untuk meningkatkan sistem riset kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, pemerintah daerah, dan mitra internasional dalam mengembangkan penelitian kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Iskran Dwi Rahmanto, Dhimas Sholikhul Huda).