FK-KMK UGM. Museum Bio-Paleoantropologi dengan menerima kunjungan peserta Program Wajib Kunjung Museum (WKM) yang diinisiasi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman bagi siswa sekolah dasar melalui pengenalan sejarah evolusi manusia, sains, dan budaya secara interaktif di lingkungan museum. Kegiatan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, di Museum Bio-Paleoantropologi FK-KMK UGM, Yogyakarta.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas 42 siswa sekolah dasar dan delapan guru pendamping mengikuti rangkaian kunjungan edukatif yang bertujuan menjadikan museum sebagai ruang belajar hidup di luar kelas. Selain mengunjungi Museum Bio-Paleoantropologi FK-KMK UGM, rombongan juga dijadwalkan mengunjungi Museum Geoteknologi dan Mineral UPN serta Museum Air Water for Life sebagai bagian dari rangkaian Program Wajib Kunjung Museum Tahun 2026.
Mereka memasuki ruang-ruang pamer dengan penuh rasa ingin tahu dan semangat untuk mempelajari perjalanan panjang evolusi manusia. Melalui pendampingan pemandu museum, para peserta diajak menelusuri berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan manusia dari masa ke masa, mulai dari replika fosil, panel informasi ilmiah, hingga berbagai media pembelajaran interaktif yang dirancang agar mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai jenjang usia.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah peta interaktif persebaran Homo sapiens di berbagai belahan dunia. Di area ini, para siswa tampak aktif mengeksplorasi fitur-fitur yang tersedia, berdiskusi dengan teman-temannya, serta mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemandu museum. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman mampu mendorong rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang dipelajari.
Kegiatan belajar semakin bermakna berkat keterlibatan para guru yang mendampingi siswa selama kunjungan berlangsung. Para guru tidak hanya mengawasi peserta, tetapi juga memfasilitasi diskusi dan menghubungkan materi yang diperoleh di museum dengan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan dan sains bagi masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman di luar kelas. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan museum sebagai sarana edukasi berbasis inovasi. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor: Ilham Novitasari).




