FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan audiensi penelitian sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Studi Surveilans Diare dan Efektivitas Vaksin Rotavirus (Rotavirus Vaccine Effectiveness against Gastroenteritis/RVGE) di Indonesia bersama RSU ‘Aisyiyah Klaten. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 2 Juli 2026 ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai pelaksanaan penelitian, mulai dari tujuan studi, mekanisme operasional, kesiapan fasilitas laboratorium, kebutuhan sumber daya manusia, hingga rencana kerja sama yang akan mendukung implementasi penelitian di rumah sakit.
Selama audiensi, tim PKKA-PRO FK-KMK UGM bersama perwakilan RSU ‘Aisyiyah Klaten membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan penelitian secara komprehensif. Diskusi difokuskan pada koordinasi proses rekrutmen peserta penelitian, pengelolaan spesimen, kesiapan laboratorium, mekanisme pelaporan data, serta pemenuhan standar ilmiah dan etika penelitian. Komunikasi yang dibangun sejak tahap perencanaan diharapkan mampu meminimalkan kendala selama implementasi studi sekaligus memastikan setiap tahapan penelitian berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Studi RVGE ini dirancang untuk menghasilkan bukti ilmiah mengenai efektivitas vaksin rotavirus dalam mencegah diare berat pada anak di Indonesia. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan imunisasi nasional berbasis bukti sekaligus mendukung penguatan sistem surveilans penyakit. Selain memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan kesehatan, penelitian ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak melalui penyediaan informasi yang akurat mengenai beban penyakit dan efektivitas program vaksinasi rotavirus di Indonesia.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian untuk pencegahan diare akibat rotavirus pada anak. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas peneliti dan tenaga kesehatan melalui riset kolaboratif. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui penguatan infrastruktur laboratorium dan sistem penelitian kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin dalam kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSU ‘Aisyiyah Klaten, dan berbagai mitra. (Kontributor: Kezia Agatha De Ruiter, Dhimas Sholikhul Huda).




