FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima kunjungan studi banding dari STIKES Panti Rapih Yogyakarta pada Senin (29/06) di Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM. Kegiatan ini membahas rencana usulan pembukaan Program Studi Profesi Dietisien di STIKES Panti Rapih.
Kepala Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P., menyampaikan bahwa diskusi diarahkan pada pengembangan kurikulum dan koordinasi pembahasan regulasi pembukaan program studi baru, khususnya Program Profesi Dietisien. Ia menjelaskan bahwa pembahasan kurikulum dapat didiskusikan lebih lanjut bersama Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, sedangkan aspek pembukaan program studi baru disampaikan oleh Prof. Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes.
Wakil Ketua I STIKES Panti Rapih Yogyakarta, Theresia Tatik Pujiastuti, Ns., M.Kep., PhD, mengungkapkan harapannya untuk mempelajari lebih dalam pengelolaan Program Studi Gizi dan Profesi Dietisien di FK-KMK UGM. Ia menyebutkan bahwa tahun ini Program Studi Gizi STIKES Panti Rapih menerima lebih dari 20 mahasiswa, sebagian besar berasal dari Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
“Tentu kami berharap mahasiswa kami nantinya tidak hanya lulus S1 Gizi, tetapi juga dapat melanjutkan hingga profesi dietisien. Karena itu, kami ingin belajar banyak mengenai proses usulan pembukaan program profesi dietisien di FK-KMK UGM,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih menjelaskan bahwa program profesi dietisien masih memiliki peminat yang tinggi, terutama bagi lulusan yang ingin berfokus sebagai ahli gizi profesional. Ia juga menyoroti pentingnya peran kolegium dalam mengintegrasikan profesi dietisien ke layanan klinis, termasuk di puskesmas.
“Meskipun jalannya cukup menantang, pihak kolegium saat ini terus berupaya membuka moratorium pembukaan program studi baru untuk memenuhi kebutuhan tenaga dietisien, baik di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan wilayah,” jelasnya.
Diskusi studi banding ini membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan pendidikan profesi dietisien. Topik yang dibahas meliputi strategi agar usulan pembukaan program studi dapat lolos, kendala yang mungkin dihadapi, kurikulum dan model pembelajaran profesi, sistem rotasi praktik, tugas akhir profesi, biaya pendidikan, penyiapan clinical instructor di wahana praktik, hingga evaluasi akhir seperti Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dan uji kompetensi.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pendidikan tenaga dietisien yang berperan dalam peningkatan layanan gizi dan kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran profesi, dan peningkatan kapasitas institusi pendidikan kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan STIKES Panti Rapih Yogyakarta dalam berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring pengembangan pendidikan profesi kesehatan. (Humas/Sitam).



