FK-KMK UGM Terima Kunjungan dari BPOM untuk Diskusi Fasilitas Riset dan Pengujian

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penerimaan kunjungan dilaksanakan di Ruang 2.1 Gedung Pusat FK-KMK UGM, Rabu (24/6/2026). Didampingi oleh tim Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, kunjungan ini menjadi rangkaian kegiatan kunjungan BPOM ke UGM pada fasilitas riset dan pengujian di UGM dan berdiskusi terkait obat maupun vaksin.

Tim BPOM yang hadir antara lain Ketua Tim Standardisasi Mutu Obat dan Bahan Obat. Anggrida Saragih, S.Si., Apt., MS; Ketua Tim Standardisasi Khasiat dan Keamanan Obat, Ade Irma Haryani, S.Si., Apt.; Ketua Tim Standardisasi Produksi dan Distribusi Obat, Bahan Obat, NPP, dan Informasi Produk Tembakau, ⁠Priharika Septyowati, S.Si, Apt., M.K.M; dan Ketua Tim Jaminan Integritas, Tata Kelola, Mutu dan Pelayanan, Yulinar, SKM, M. Si. Pihaknya mengemukakan bahwa kunjungan yang dilakukan merupakan salah satu upaya implementasi kolaborasi pemerintah dengan akademisi dalam penyusunan pendoman Replacement, Reduction, and Refinement (3R). BPOM ingin melihat praktik di lapangan untuk lebih memudahkan implementasi pedoman dan regulasi.

Plt. Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian Kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K), menyambut kehadiran tim BPOM dan mengungkapkan bahwa kerja sama antara FK-KMK UGM dan BPOM telah terjalin sejak lama. Beberapa fasilitas riset dan pengujian yang ada di FK-KMK juga merupakan hasil kolaborasi dengan BPOM.

Clinical Research Unit (CRU) di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM sebagai pusat penelitian guna pengembangan layanan Kesehatan yang dijalankan oleh FK-KMK juga semakin berjalan dengan baik. FK-KMK UGM telah memberikan pelatihan CRU kepada berbagai rumah sakit jejaring Academic Health System (AHS). Harapannya, CRU yang ada pada rumah sakit jejaring memiliki kualitas yang sama dan merata seperti CRU di RSA UGM.

Dalam hal laboratorium, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM, Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K)., menginformasikan kepada tim BPOM bahwa FK-KMK memiliki Laboratorium Riset dan Inovasi Terpadu (LRIT) yang mencakup Laboratorium Riset Terpadu, Laboratorium Hewan Coba, HDSS Sleman, Biobank, hingga Laboratorium Terakreditasi. Laboratorium Terakreditasi menaungi beberapa laboratorium di FK-KMK yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Selain beberapa laboratorium tersebut, Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV) FK-KMK UGM turut melakukan pengujian kosmetik dan estetika di laboratoriumnya sendiri.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FK-MK UGM, Prof. Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., Sp.MK(K), turut mengemukakan, FK-KMK UGM menjadi salah satu pengembang vaksin rotavirus, bersama dengan Universitas Udayana dan Universitas Lambung Mangkurat. Uji klinik pengembangan vaksin rotavirus dilakukan di FK-KMK UGM. Kini, vaksin rotavirus tersebut sudah mendapatkan izin edar dan sedang dilakukan persiapan proses produksi. Uji klinik vaksin rotavirus dilakukan di laboratorium mikrobiologi berstandar BSL 7 dan telah dilakukan di 18 rumah sakit dengan pengawasan dari FK-KMK UGM.

Merespons pemaparan dari FK-KMK UGM, BPOM mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun regulasi untuk CRU. Laboratorium-laboratorium yang sudah mendapatkan rekognisi dari CRU, produk yang diujikan akan mendapatkan pengakuan di beberapa negara. Saat ini, BPOM sedang menyusun proses sertifikasi atau rekognisinya.

Selain itu, BPOM juga membuka layanan konsultasi dan pendampingan dari awal bagi obat dengan pengembangan baru, sehingga registrasi izin edar saat pendaftaran menjadi lebih cepat. Selanjutnya, FK-KMK UGM dan BPOM berencana untuk melakukan penjadwalan kunjungan BPOM secara khusus ke berbagai fasilitas riset dan pengujian di FK-KMK UGM.

Penerimaan kunjungan BPOM di FK-KMK UGM menjadi bagian dari upaya FK-KMK UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur karena pertemuan tersebut membahas upaya penguatan infrastruktur riset media serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui riset dan inovasi medis. Kunjungan ini juga berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan yang mendukung peningkatan kapasitas berbagai rumah sakit jejaring untuk memastikan kualitas riset yang merata dan berstandar sama melalui kemitraan. (Penulis: Citra/Humas).