FK-KMK UGM Edukasi Siswa MA Ali Maksum Krapyak Kurangi Sampah Makanan melalui The Green Challenge

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk The Green Challenge sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi sayur dan pengurangan sampah makanan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 di MA Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta ini diinisiasi oleh dosen Departemen Gizi Kesehatan dan Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas FK-KMK UGM sebagai respons terhadap tingginya angka sampah makanan di Indonesia serta potensi peningkatan limbah pangan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan MA Ali Maksum Krapyak, Muhammad Muzakka Fuadi, S.Ag., kemudian dilanjutkan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., bersama Purwanta, S.Kp., M.Kes. Materi utama disampaikan oleh Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, STP., MP., dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, dengan dukungan tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah sampah makanan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2024, sampah makanan di Indonesia mencapai 112 kilogram per kapita per tahun atau setara dengan sekitar 112 juta ton setiap tahunnya. Sementara itu, laporan United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2021 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan sekolah menjadi salah satu penyumbang signifikan terhadap timbulan sampah makanan.

Dalam konteks pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tantangan terkait sisa makanan menjadi perhatian penting. Penelitian yang dilakukan di MA Ali Maksum Krapyak sebelumnya menunjukkan tingginya sisa makanan, terutama pada komponen sayuran. Rendahnya variasi menu dan kualitas penyajian diketahui berkontribusi terhadap rendahnya tingkat konsumsi sayur oleh siswa.

Sebanyak 60 siswa dan siswi yang merupakan perwakilan dari 30 kelas mengikuti kegiatan ini. Mereka diharapkan dapat menjadi agen edukasi bagi teman-teman sekelasnya melalui pendekatan peer education, sehingga pesan yang disampaikan dapat menjangkau sekitar 600 siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan pemaparan materi, penayangan video edukatif, permainan interaktif, diskusi kelompok, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta.

Dalam sesi diskusi, sejumlah siswa mengungkapkan alasan tidak mengonsumsi sayuran yang disediakan melalui program MBG. Sebagian menyebut tekstur sayur yang masih keras, sementara yang lain mengaku tidak terbiasa atau tidak menyukai sayuran. Menanggapi hal tersebut, Dr. Fatma menjelaskan berbagai manfaat konsumsi sayuran bagi kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian membagikan leaflet bertajuk “Udah Makan Sayur Hari Ini?” kepada seluruh peserta. Selain itu, poster edukatif juga diberikan kepada pihak sekolah untuk dipasang di lingkungan sekolah sebagai media kampanye berkelanjutan mengenai pentingnya konsumsi sayur dan pengurangan sampah makanan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan pengetahuan dan perilaku konsumsi pangan sehat di kalangan remaja. SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong pengurangan sampah makanan melalui perubahan perilaku konsumsi. SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim karena dapat menekan emisi karbon yang berasal dari sampah makanan. Di samping itu, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Alvina Dewi L, S.Gz., RD; Editor: R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D.).