Mahasiswa FK-KMK UGM Kembangkan Model SiMarti untuk Tingkatkan Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah pada Pasien Sindrom Koroner Akut

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada meluluskan mahasiswa Program Studi Doktor, Eva Marti, S.Kep., Ns., M.Kep, dengan predikat Cumlaude sebagai Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Dalam ujian terbuka di Auditorium Lantai 8 Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM pada Rabu, (10/6). Eva Marti memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan dan Efektivitas Model Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah “Simarti” dengan Pendekatan Pemberdayaan Keluarga pada Pasien Paska Sindrom Koroner Aku”.

Sindrom Koroner Akut merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Setelah menjalani fase akut dan perawatan di rumah sakit, pasien memerlukan rehabilitasi jantung sebagai bagian dari pencegahan sekunder untuk mengurangi risiko kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, keterbatasan akses terhadap fasilitas rehabilitasi serta tantangan dalam mempertahankan perubahan perilaku jangka panjang masih menjadi hambatan yang sering dijumpai. Dalam konteks tersebut, keterlibatan keluarga dinilai memiliki peran strategis dalam membantu pasien menjalani proses rehabilitasi secara berkelanjutan.

Penelitian yang dilaksanakan melalui serangkaian tahapan sejak pengembangan hingga evaluasi implementasi ini bertujuan menguji efektivitas pendekatan pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kapasitas fungsional, kualitas hidup, dan kemampuan keluarga dalam mendukung proses pemulihan pasien pasca perawatan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain multiphase sequential mixed methods yang terdiri atas empat tahapan.

Tahap pertama dilakukan melalui penelitian kualitatif yang melibatkan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi kebutuhan rehabilitasi pasca-SKA. Tahap kedua difokuskan pada pengembangan serta validasi model rehabilitasi jantung berbasis rumah SiMarti. Tahap ketiga berupa uji efektivitas menggunakan metode randomized controlled trial (RCT), sedangkan tahap terakhir dilakukan untuk mengevaluasi implementasi model di lapangan.

Hasil penelitian kualitatif menghasilkan tiga tema utama yang menggambarkan pengalaman pasien dan keluarga dalam menjalani pemulihan, yaitu upaya menciptakan kebiasaan baru, proses berdamai dengan kondisi kesehatan yang dialami, serta dualisme peran keluarga sebagai pendamping sekaligus pengelola kebutuhan pasien.

Validasi modul SiMarti dilakukan oleh enam pakar rehabilitasi jantung dan menunjukkan tingkat validitas yang sangat baik. Selanjutnya, sebanyak 90 pasien mengikuti uji efektivitas selama 12 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi SiMarti lebih efektif dibandingkan perawatan standar rumah sakit dalam meningkatkan kapasitas fungsional pasien yang diukur menggunakan Six-Minute Walk Test (6MWT). Program ini juga terbukti meningkatkan tingkat pemberdayaan keluarga dalam mendukung proses rehabilitasi pasien.

Peningkatan kualitas hidup ditemukan secara signifikan pada dimensi fisik, khususnya pada pasien yang memiliki kepatuhan mengikuti program lebih dari 50 persen. Meskipun demikian, kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk aspek emosional dan sosial, belum menunjukkan perbedaan yang bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Evaluasi implementasi menunjukkan bahwa model SiMarti dinilai praktis, mudah diterapkan, dan memberikan dukungan yang positif bagi pasien maupun keluarga.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Eva Marti, S.Kep., Ns., M.Kep, juga mengidentifikasi perlunya penguatan komponen edukasi, dukungan psikologis, serta pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif untuk meningkatkan keberhasilan program pada masa mendatang.

“Ke depan, intervensi psikologis perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan pasien dalam mengelola stres, tetapi juga pada penguatan konsep diri dan identitas diri. Hal ini penting agar pasien mampu merekonstruksi kesadaran dan cara pandangnya terhadap kehidupan, sehingga memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola dan mengendalikan faktor-faktor risiko yang dihadapinya.”

Penelitian ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan layanan rehabilitasi penyakit kardiovaskular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi kesehatan bagi pasien dan keluarga, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan adanya Model Rehabilitasi Jantung Berbasis Rumah “Simarti”, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan. (Humas/Sitam).