FK-KMK UGM. dr. Effika Nurningtyas Putri, lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jantung dan Pembuluh Darah berhasil meraih penghargaan Best Article Award Gold dalam ajang Asia-Pacific CardioMetabolic Syndrome Congress (APCMS) 2026 yang diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, pada 30 Mei 2026 melalui publikasi ilmiah berjudul Metabolic Syndrome and Abnormal Electrocardiographic Frontal QRS-T Angle in Indonesian Patients.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas penelitian dan kontribusi ilmiah yang dinilai memiliki relevansi penting dalam pengembangan ilmu kardiovaskular. Artikel yang dipublikasikan dalam Cardiometabolic Syndrome Journal tersebut terpilih sebagai salah satu publikasi terbaik dalam forum ilmiah yang mempertemukan para peneliti, klinisi, dan akademisi dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Karya ilmiah tersebut merupakan pengembangan dari tesis spesialis yang disusun dr. Effika selama menempuh pendidikan di PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK-KMK UGM. Penelitian berjudul Hubungan Sindrom Metabolik dengan Sudut QRS-T Frontal sebagai Parameter Heterogenitas Repolarisasi Ventrikel pada Populasi Umum Kabupaten Sleman itu dibimbing oleh dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Ph.D., Sp.PD(K), Sp.JP(K) dan dr. Erika Maharani, Sp.JP(K).
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti memanfaatkan data dari Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman periode 2019–2022 yang melibatkan 1.017 responden. Studi ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara sindrom metabolik dengan sudut QRS-T frontal, yaitu salah satu parameter elektrokardiografi yang dapat digunakan untuk menilai heterogenitas repolarisasi ventrikel dan berpotensi menjadi indikator risiko gangguan irama jantung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sindrom metabolik secara keseluruhan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan sudut QRS-T frontal abnormal. Namun demikian, hipertensi sebagai salah satu komponen utama sindrom metabolik terbukti memiliki keterkaitan yang bermakna dengan parameter tersebut. Selain itu, peningkatan usia juga ditemukan berhubungan dengan meningkatnya nilai sudut QRS-T frontal.
Prestasi yang diraih dr. Effika juga menunjukkan bagaimana penelitian yang dilakukan selama pendidikan dokter spesialis dapat berkembang menjadi publikasi berkualitas tinggi yang memperoleh pengakuan internasional. Capaian tersebut sekaligus mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendorong budaya riset yang kuat, menghasilkan inovasi berbasis bukti ilmiah, serta memperluas kontribusi akademik Indonesia di tingkat global.
Capaian ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan penelitian yang berkontribusi pada pencegahan dan deteksi dini penyakit kardiovaskular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan berbasis riset dan pengembangan kapasitas akademik mahasiswa serta dokter spesialis. Kolaborasi antara peneliti, pembimbing, dan pemanfaatan data kesehatan masyarakat juga mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Ice Suciati Usman, SPd).




