FK-KMK UGM. Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (HELP) Batch 7 Series 5 bertajuk “Bioethics in Health Care Services (Part 2)” sebagai upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan etik dan legal di era pelayanan kesehatan modern. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Maret 2026 ini diikuti oleh puluhan peserta dari rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan berbagai fasilitas layanan kesehatan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Penyelenggaraan program ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya praktik pelayanan kesehatan yang tidak hanya menuntut kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan secara etis dalam berbagai situasi yang penuh tantangan. Perkembangan teknologi kesehatan, pemanfaatan kecerdasan buatan, persoalan akhir hayat, hingga meningkatnya sengketa medis menjadi isu yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip bioetika dan kemanusiaan.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran komprehensif mengenai konsultasi etik klinis (clinical ethics consultation). Materi ini membahas perbedaan peran komite etik sebagai penyusun kebijakan dengan mekanisme konsultasi etik yang digunakan untuk membantu penyelesaian kasus-kasus nyata di lapangan. Peserta juga mendalami topik mengenai kapasitas mental pasien dan surrogate decision making, terutama dalam situasi ketika pasien tidak lagi mampu mengambil keputusan secara mandiri dan keluarga harus terlibat dalam proses penentuan tindakan medis.
Topik lain yang menjadi fokus pembahasan adalah isu end-of-life care atau pelayanan pada akhir kehidupan. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami berbagai dilema yang berkaitan dengan medical futility, penghentian maupun penundaan terapi penunjang kehidupan (withholding dan withdrawing life-sustaining treatment), serta penggunaan sedasi paliatif pada pasien terminal. Diskusi berlangsung secara mendalam dengan mengaitkan aspek etik, regulasi, dan pertimbangan klinis yang harus dipahami oleh tenaga kesehatan dalam praktik sehari-hari.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi perhatian dalam HELP Batch 7 Series 5. Pembahasan mengenai genomik dan pengobatan presisi mengangkat berbagai tantangan terkait incidental findings, hak pasien untuk mengetahui atau tidak mengetahui informasi genetik, serta implikasi etik yang muncul dari kemajuan teknologi tersebut. Selain itu, peserta mendalami etika penggunaan kecerdasan buatan dan big data dalam pelayanan kesehatan, termasuk risiko bias algoritma, keamanan data pasien, perlindungan privasi, serta pentingnya menjaga hubungan empatik antara tenaga kesehatan dan pasien di tengah digitalisasi layanan kesehatan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang aman, etis, dan berpusat pada pasien. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas profesional. (Kontributor: Rafi).




